Kenaikan harga emas dorong saham ANTM, BRMS, ARCI, dan EMAS



Kenaikan harga emas global berdampak positif terhadap saham-saham komoditas emas di Indonesia. Harga emas dunia mengalami kenaikan sebesar 1,38% dan mencapai US$ 5.351 per troy ons pada hari ini, Senin (2/3), pukul 12.26 WIB. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan besar-besaran yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Dalam perdagangan sesi pertama hari ini, beberapa saham emiten komoditas emas mengalami kenaikan signifikan. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi pemimpin kenaikan dengan harga saham mencapai Rp 4.560 per saham atau naik 4,83%. Selanjutnya, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga menguat ke level Rp 1.950 per saham setelah mengalami kenaikan sebesar 3,72%.

Sementara itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melonjak 4,12% ke harga Rp 1.010 per saham. Di sisi lain, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) juga menguat 1,82% menjadi Rp 560 per saham.

Selain itu, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (EMAS) terangkat sebesar 3,60% ke level Rp 8.625 per saham, sedangkan saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) tumbuh 0,31% ke harga Rp 3.250.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas

Kenaikan harga emas ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik akibat serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan memicu eskalasi konflik yang memperdalam ketidakpastian global.

Menurut laporan Reuters, Israel melancarkan gelombang serangan baru ke Ibu Kota Iran, Teheran, pada Minggu (1/3). Iran merespons dengan serangkaian serangan rudal, yang memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada perekonomian global.

Analis pasar keuangan senior di Capital.com, Kyle Rodda, menjelaskan bahwa kali ini kedua pihak memiliki insentif kuat untuk terus meningkatkan ketegangan. Hal ini berpotensi menciptakan lingkungan pasar yang sangat tidak pasti dan volatil, yang pada akhirnya mendukung kenaikan harga emas.

Namun, kenaikan harga emas tertahan oleh kenaikan indeks dolar AS yang naik sekitar 0,27%. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS.

Rodda menambahkan bahwa emas batangan dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) dan telah mencetak rekor harga beberapa kali sepanjang tahun ini seiring meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi global. Reli harga emas terbaru bahkan melanjutkan lonjakan sekitar 64% sepanjang 2025.

Perkembangan Harga Logam Mulia Lainnya

Meskipun harga emas mengalami kenaikan, harga perak spot turun sekitar 0,3% menjadi US$ 93,54 per ons setelah mencatat kenaikan bulanan pada Februari. Harga platinum relatif stabil di US$ 2.363,26 per ons, sedangkan palladium naik sekitar 0,86% menjadi US$ 1.801,50 per ons.

Analis independen Ross Norman menyebut emas sebagai indikator terbaik untuk mencerminkan ketidakpastian global. Menurutnya, harga emas berpotensi kembali mencetak rekor baru seiring dunia memasuki fase baru ketidakpastian geopolitik.

“Kami harus mengharapkan harga emas akan naik ke rekor baru saat kita memasuki era baru ketidakpastian geopolitik,” kata Ross Norman mengutip Reuters, Senin (2/3).

Penyebab Kenaikan Harga Emas

Kenaikan harga emas terjadi karena beberapa faktor, antara lain:

  • Pembelian besar-besaran oleh bank sentral.
  • Arus masuk kuat ke instrumen exchange traded fund (ETF).
  • Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.

Dengan situasi geopolitik yang semakin memanas, harga emas diperkirakan akan terus mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

Pos terkait