Kenali IRIS Shahid Bagheri, Kapal Induk Kekuatan Iran yang Diburu AS

Aa1xo96z 1
Aa1xo96z 1



JAKARTA – Informasi terkini mengenai IRIS Shahid Bagheri, sebuah kapal perang Iran yang dikabarkan telah dilumpuhkan oleh Amerika Serikat, menjadi perhatian utama dalam konteks konflik regional. Komando Pusat AS (CENTCOM) secara resmi membantah klaim yang beredar di media Iran bahwa sebuah kapal induk Amerika Serikat tenggelam. Namun, mereka menyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat melakukan serangan terhadap kapal drone Iran pada jam-jam awal Operasi Epic Fury.

Menurut laporan yang diterbitkan pada 2 Maret, CENTCOM menyampaikan bahwa “mesin penyebar pesan palsu rezim Iran terus mengklaim secara keliru bahwa mereka telah menenggelamkan kapal induk AS.” Mereka menegaskan bahwa satu-satunya kapal induk yang terkena serangan adalah Shahid Bagheri, yang merupakan kapal induk drone Iran. Pasukan AS menyerang kapal tersebut beberapa jam setelah meluncurkan Operasi Epic Fury.

Kapal yang diidentifikasi oleh CENTCOM, IRIS Shahid Bagheri, merupakan kapal komersial yang dimodifikasi dan dioperasikan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran. Kapal ini dirancang sebagai platform berbasis laut untuk sistem tanpa awak. Alih-alih mengoperasikan jet tempur cepat, kapal ini dikonfigurasi untuk meluncurkan dan mendaratkan drone dan helikopter, memberi Iran sarana untuk memperluas jangkauan operasi udara tanpa awaknya di luar garis pantai.

Hingga saat ini, belum ada detail operasional lebih lanjut yang dirilis mengenai serangan terhadap Shahid Bagheri, termasuk seberapa besar kerusakan yang diderita. CENTCOM mengatakan informasi tambahan akan diberikan begitu tersedia.

Mengenal IRIS Shahid Bagheri

IRIS Shahid Bagheri merupakan kapal induk drone yang dioperasikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps Navy. Kapal ini merupakan hasil konversi dari kapal kontainer Perarin pada periode 2022–2024, dengan penambahan dek penerbangan miring yang dilengkapi landasan lompatan ski, menyerupai konsep kapal induk ringan.

Nama kapal ini diambil dari Shahid (martir) Bahman Bagheri, seorang komandan IRGC yang gugur di Pathak, Irak, dalam konflik Perang Iran–Irak. Kapal tersebut menjadi kapal pembawa UAV layanan penuh pertama yang dimiliki Angkatan Laut IRGC.

IRIS Shahid Bagheri diberangkatkan untuk uji coba laut perdananya dari pelabuhan asalnya di Bandar Abbas sekitar 28 November 2024. Peluncuran ini menegaskan ambisi Teheran untuk memperluas proyeksi kekuatan militernya hingga melampaui kawasan perairan sekitarnya. Kapal ini kemudian resmi dioperasikan pada 6 Februari 2025.

Spesifikasi Utama IRIS Shahid Bagheri (C110-4)

  • Tipe:

    Kapal kontainer hasil konversi yang berfungsi sebagai kapal induk drone sekaligus pangkalan laut bergerak (forward base ship).

  • Dimensi:

    Panjang sekitar 240,2 meter, lebar 32,2 meter, dengan draft 12 meter.

  • Displacement:

    Diperkirakan antara 40.000 hingga 42.000 ton.

  • Dek Penerbangan:

    Memiliki dek penerbangan miring sepanjang ±180 meter yang dilengkapi landasan lompatan ski (ski-jump) untuk mendukung lepas landas UAV.

  • Kapasitas Udara:

    Mampu membawa hingga 60 unit drone berbagai jenis, baik untuk misi pengintaian maupun tempur, serta beberapa helikopter.

  • Kemampuan Hibrida:

    Bagian lambung bawah dirancang untuk menyimpan dan mengoperasikan sekitar 30 kapal cepat bersenjata rudal.

  • Persenjataan:

  • Rudal: Delapan rudal pertahanan Kowsar 222 (jangkauan ±17 km), delapan rudal anti-kapal Qader-Nasir, serta kontainer khusus yang diduga dapat membawa rudal balistik.
  • CIWS (Close-In Weapon System): Meriam 30 mm laras tunggal dan dua meriam Gatling 20 mm laras tiga untuk pertahanan jarak dekat.

  • Peran Operasional:

    Dirancang untuk menjalankan misi jarak jauh secara mandiri hingga satu tahun, dilengkapi kemampuan SIGINT (signals intelligence) dan peperangan elektronik.

  • Jangkauan:

    Diperkirakan mencapai 22.000 mil laut.

Pos terkait