Kondisi Ekonomi Sumatera Barat yang Menjadi Perhatian
Kondisi ekonomi di Sumatera Barat (Sumbar) tidak lebih baik dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera, apalagi jika dibandingkan dengan provinsi di Pulau Jawa. Pertumbuhan ekonomi di provinsi ini hanya sebesar 3,3 persen, sementara tingkat inflasinya mencapai 6 persen. Hal ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pengusaha.
Dony Oskaria, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, menyampaikan hal tersebut saat pulang kampung pada Jumat (20/2). Sebagai putra Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, ia meminta para pemimpin di daerah ini untuk lebih memikirkan pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat.
“Bayangkan PDRB Jambi lebih tinggi dari Sumbar,” ujarnya. Angka ini menunjukkan bahwa pendapatan per kapita di Jambi lebih tinggi dibandingkan pendapatan per kapita di Sumbar. Secara spesifik, pendapatan per kapita Sumbar adalah Rp 54,33 juta, sedangkan Jambi mencapai Rp 79,8 juta per orang.
Salah satu solusi yang disarankan oleh Dony Oskaria adalah membangun industri. Ia menilai kondisi ekonomi Sumbar sudah sangat buruk, bahkan pengeluaran masyarakat dua kali lipat dari pendapatan mereka.
Masalah Sosial yang Mengkhawatirkan
Selain masalah ekonomi, Dony Oskaria juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap fenomena peredaran narkoba dan LGBT di Sumbar. Belum lagi, masalah kebersihan dan sanitasi yang tergolong terburuk kedua di Indonesia, setelah Papua. Narkoba bahkan telah merambah hingga ke desa-desa, yang membuatnya semakin prihatin.
“Ini kegalauan saya yang lama sekali saya tahan. Sumbar perlu perbaikan serius,” ujar mantan Wakil Dirut PT Garuda Indonesia itu.
Keadaan Pelabuhan dan Harga Komoditas
Saat mengunjungi Pelindo di Teluk Bayur, Dony baru menyadari bahwa kapal-kapal yang datang kosong, pergi ketika sudah ada muatan atau datang membawa muatan, tetapi kembali dalam kondisi kosong. Hal ini dinilai berkontribusi pada mahalnya harga komoditas Sumbar di tempat lain.
Isu Tanah Ulayat yang Memerlukan Perhatian
Masalah lain yang disinggung oleh Dony adalah tanah ulayat. Tanah tersebut selain dalam kondisi telantar, juga belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan kepada anak kemenakan. Ia berharap ekonomi Sumbar bisa segera bangkit, namun langkah-langkah yang dilakukan tidak cukup hanya dengan berdoa, melainkan harus dikerjakan secara nyata.
- Membangun industri sebagai salah satu solusi utama
- Menyadari bahwa pendapatan per kapita Sumbar masih jauh dari provinsi lain seperti Jambi
- Menghadapi tantangan sosial seperti narkoba dan LGBT yang merajalela
- Memperbaiki kondisi sanitasi dan kebersihan
- Meningkatkan efisiensi pelabuhan untuk menjaga harga komoditas
- Memanfaatkan tanah ulayat secara optimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat





