Kericuhan di Laga Persebaya vs Persib: VAR, Penalti, Kartu Merah, Gol Dianulir, dan Adu Mulut

Aa1xofyi
Aa1xofyi

Pertandingan Sengit Antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya

Pertandingan antara Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo dalam ajang Super League Indonesia 2025/2026 berlangsung dengan tensi tinggi. Duel ini menjadi salah satu laga paling menarik sepanjang musim, dengan intervensi VAR yang memengaruhi jalannya pertandingan.

Persib sempat tertinggal, tetapi berhasil bangkit dan membalikkan keadaan. Namun akhirnya harus puas bermain imbang 2-2 setelah Persebaya mencetak gol balasan cepat. Meski tren kemenangan terhenti, Persib tetap berada di puncak klasemen sementara Super League Indonesia 2025/2026.

Babak Pertama yang Penuh Tensi

Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama tercipta pada menit pertama lewat sepakan Riyan Ardiansyah. Teja Paku Alam melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang emas tuan rumah.

Tekanan demi tekanan terus dilancarkan Persebaya, tetapi lini belakang Persib tampil disiplin dan solid. Ritme cepat permainan Persebaya mampu diredam secara bertahap. Persib yang berstatus tim tamu juga tak tinggal diam dan berani melancarkan tekanan balik.

Peluang matang hadir pada menit ke-23. Saddil yang lolos dari jebakan offside menerima umpan Berguinho, mengontrol bola dengan baik, lalu melepaskan tembakan. Namun upayanya masih mampu diamankan kiper Persebaya, Ernando Ari.

Menjelang akhir babak pertama, Persebaya kembali mendapatkan momen penentu. Federico Barba yang berusaha menghentikan laju Bruno dianggap melakukan pelanggaran di kotak penalti. Keputusan tersebut memicu respons keras dari kubu Persib yang merasa dirugikan. Wasit melakukan peninjauan ulang melalui VAR dan akhirnya menunjuk titik penalti bagi tuan rumah.

Bruno maju sebagai eksekutor pada menit ke-43. Tendangan mendatarnya ke sisi kiri tak mampu dibaca Teja, sehingga skor berubah menjadi 1-0. Maung Bandung harus menerima kenyataan kebobolan lebih dulu di babak pertama.

Babak Kedua yang Dinamis

Tertinggal satu gol membuat Persib meningkatkan intensitas serangan. Upaya itu sempat membuahkan hasil sebelum jeda lewat sepakan Kakang Rudianto. Gol tersebut berawal dari tendangan bebas Luciano Guaycochea yang ditepis Ernando. Bola liar disambar Saddil dan kembali diarahkan ke depan gawang, memicu kemelut. Ramon sempat mencoba salto namun gagal, sebelum akhirnya Kakang menyambar bola dan menjebol gawang.

Sayangnya, setelah kembali melihat VAR, wasit memutuskan menganulir gol karena bola dianggap mengenai tangan Ramon. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Persebaya.

Memasuki paruh kedua, Persib melakukan tiga pergantian sekaligus. Perubahan itu langsung memberi dampak. Serangan demi serangan dilancarkan hingga akhirnya lima menit babak kedua berjalan, Persib sukses menyamakan kedudukan.

Adam Alis menyodorkan bola kepada Lucho yang tanpa ragu melepaskan tembakan ke sudut gawang. Ernando tak mampu menjangkaunya, skor pun berubah 1-1.

Tekanan dan Kegembiraan di Akhir Laga

Persib tak mengendurkan tekanan. Di menit ke-56, Barba mencoba peruntungannya lewat tendangan bebas mendatar, namun kembali digagalkan Ernando. Persebaya merespons melalui serangan balik cepat. Pada menit ke-62, sebuah umpan silang disambut duel udara yang membuat Barba dan Catur sama-sama terkapar setelah benturan keras.

Barba mendapat perawatan dan bisa melanjutkan laga, sedangkan Catur harus digantikan Koko Ari.

Tekanan Persib kembali membuahkan hasil pada menit ke-73. Beckham menusuk ke area pertahanan, tembakannya sempat diblok. Bola rebound jatuh ke kaki Berguinho yang langsung melepaskan sepakan ke tiang jauh. Jung yang datang menyambar bola dan membawa Persib berbalik unggul 1-2.

Wasit kembali mengecek VAR sebelum akhirnya mengesahkan gol tersebut.

Hasil Akhir yang Menyenangkan

Atmosfer pertandingan makin panas. Adu mulut beberapa kali terjadi di lapangan, termasuk insiden antara Adam Alis dan Bruno yang kembali membuat wasit meninjau VAR sebelum menjatuhkan kartu kuning kepada Adam.

Di menit ke-81, Berguinho digantikan Marc Klok untuk menjaga keseimbangan lini tengah. Meski unggul, Persib lengah pada menit ke-84. Tony berlari cepat di sisi lapangan dan memberikan umpan kepada Rivera yang langsung menaklukkan Teja. Skor kembali imbang 2-2.

Pergantian kembali dilakukan. Lucho digantikan Thom Haye, sementara Uilliam Barros memberi tempat bagi Sergio Castel. Castel nyaris menjadi penentu lewat sepakan keras kaki kiri dari luar kotak penalti, tetapi bola hanya membentur tiang.

Tambahan waktu 11 menit diberikan dalam laga penuh drama ini. Kedua tim saling menekan hingga akhir, namun tak ada gol tambahan tercipta. Hasil akhir 2-2 menutup duel klasik dua raksasa Indonesia tersebut.

Klasemen dan Reaksi Pelatih

Dengan hasil ini, tren enam kemenangan beruntun tanpa kebobolan milik Persib terhenti. Meski demikian, Persib tetap memuncaki klasemen dengan 54 poin, sementara Persebaya berada di posisi kelima dengan 39 poin.

Usai laga, Bojan Hodak memilih menahan komentar panjang dalam konferensi pers. Ia hadir bersama Frans Putros dan pelatih fisik Yaya Sunarya sebagai penerjemah. “Saya selalu menghormati media, saya menghargai pekerjaan Anda, tetapi saya tidak bisa berbicara tentang wasit hari ini,” kata Bojan, setelah pertandingan.

“Jika saya tidak membicarakan wasit, maka tidak ada hal lain yang bisa dibicarakan begitu juga pertandingan. Jadi, karena alasan ini, saya tidak bisa memberikan penjelasan karena saya akan dikenai sanksi,” ucapnya.

Pos terkait