Kesaksian ibu kandung terbongkar, ayah Nizam jago akting hingga anggota geng

Aa1xozr1 1
Aa1xozr1 1

Kasus Kematian Nizam Syafei: Terungkap Keterlibatan Ayah Kandung dalam Kelompok Geng

Kasus kematian Nizam Syafei (13) yang dianiaya oleh ibu tiri dan ayah kandungnya, Anwar Satibi, kini semakin menggemparkan publik. Informasi terbaru menunjukkan bahwa Nizam tidak hanya menjadi korban kekerasan dari ibu tirinya, melainkan juga dari ayah kandungnya sendiri. Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI pada Senin (2/3/2026), di mana Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) membongkar identitas ayah kandung Nizam.

Identitas Ayah Kandung Nizam Syafei Terungkap

Anwar Satibi, ayah kandung Nizam, diketahui sebagai anggota kelompok geng. Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, menjelaskan bahwa keterlibatan Anwar dalam kelompok tersebut berdampak pada keselamatan Lisnawati, ibu kandung Nizam. Sejak kasus kematian anaknya mencuat, Lisnawati sering menerima pesan ancaman dan teror melalui WhatsApp maupun SMS agar berhenti bicara terkait proses hukum yang sedang berjalan.

Akibat tekanan yang terus-menerus, LPSK mengonfirmasi bahwa Lisnawati kini mengalami depresi. Menanggapi laporan tersebut, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan kemarahan dan memerintahkan Kapolres Sukabumi untuk menjamin keamanan saksi serta menindak tegas kelompok gangster yang mencoba mengintervensi keadilan.

Tindakan Ayah Kandung Nizam Syafei Dikritik

Di sisi lain, Kapolres Sukabumi AKBP Samian menyatakan bahwa penyidikan terhadap tersangka TR (ibu tiri korban) tetap berjalan profesional meskipun tersangka tidak mengakui perbuatannya. Polisi menggunakan metode pembuktian ilmiah dan analisis psikologi forensik guna memperkuat bukti kekerasan yang diduga telah terjadi sejak November 2024.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas keterlibatan pihak lain dan memastikan tidak ada kompromi bagi siapa pun yang melakukan intimidasi terhadap keluarga korban maupun saksi dalam perkara ini.

Pintar Akting dan Riwayat Pernikahan yang Mencurigakan

Ayah NS, Anwar Satibi, kembali menjadi sorotan setelah isu mengenai riwayat pernikahannya yang mencurigakan. Ia disebut-sebut telah menikah sebanyak 12 kali dan seluruhnya berakhir dengan perceraian. Isu tersebut diungkap oleh sejumlah akun media sosial yang mengaku mengenal sosoknya.

Selama prosesi pemakaman sang anak, Anwar disebut tidak hadir. Bahkan, biaya pemulasaran jenazah dikabarkan sepenuhnya ditanggung oleh kakaknya. Seorang kerabat turut membongkar tabiat Anwar usai kepergian anak semata wayangnya. Ia menyebut Anwar justru aktif di media sosial, mengunggah berbagai klarifikasi, mulai dari penjelasan soal donasi hingga foto ibu tiri dan ibu kandung NS.

Beredar pula foto yang memperlihatkan Anwar Satibi tengah berada di hotel setelah sang anak wafat. Hal itu memicu reaksi warganet karena dinilai tidak menunjukkan empati di tengah suasana duka.

Pengakuan dari Kerabat dan Kritik Terhadap Perilaku Anwar

Beberapa akun yang mengaku mengenal Anwar akhirnya buka suara. Mereka menyebut Anwar kerap bersikap playing victim dalam berbagai persoalan hingga pintar akting. Selain itu, muncul pula tudingan bahwa ia pernah melakukan kekerasan terhadap mantan istrinya.

Disebutkan pula bahwa perceraian Anwar dengan ibu kandung NS diduga dipicu oleh tindakan kekerasan. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Anwar terkait tudingan tersebut.

Akun Facebook Ka Ang yang mengaku tinggal di daerah yang sama juga ikut memberikan kesaksian. Ia menyebut Anwar lebih sibuk membuat konten dibanding mendampingi proses keagamaan untuk anaknya. “Abi ningali akang akang iyeu nga hayoh wee sibuk ngonten asanateh, tapi asa teu katingali nju ngaos yasin atau ngiring nguburkeun, aya beja mah can nincak nincak acan ka makam..” tulis akun itu.

Selain itu, ia juga mendengar kabar bahwa Anwar tidak mengeluarkan uang untuk pemulasaran jenazah NS. Seluruh biaya disebut ditanggung oleh sang kakak yang diduga merupakan kepala desa, meski hubungan keduanya dikabarkan kurang harmonis.

Kasus ini masih menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak pun mendesak agar seluruh fakta diusut secara terang, sembari menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Pos terkait