Kesaksian Paman Korban di TPA Putri Cempo: Saya Pegang Pundaknya saat Insiden Maut

Aa1xlrmr 1
Aa1xlrmr 1

Peristiwa Tragis di TPA Putri Cempo

Paino, paman korban, mengaku sempat menyangga pundak Edy Saputro saat terjatuh ke mesin penggilingan sampah di TPA Putri Cempo. Korban akhirnya mengembuskan napas terakhir di tangannya.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Paino sedang mengambil antrean. Ia mendengar kabar bahwa keponakannya masuk ke dalam mesin penggiling dan langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Saat itu juga, ia berusaha menahan pundak korban dengan tangannya.

“Saya menyangga menahan pundaknya, anaknya itu nyawa melayang di tangan saya,” ujar Paino saat ditemui di rumahnya, Senin (2/3/2026).

Kehilangan yang Mendalam

Paino mengungkapkan rasa duka yang sangat dalam setelah kepergian keponakannya. Ia mengatakan bahwa korban sudah dianggap seperti anak sendiri baginya.

“Ia sudah bekerja sekitar tiga tahun di bagian pemilah sampah. Saya tak kuasa menahan tangis melepas kepergian keponakan yang sudah saya anggap seperti anak sendiri tersebut,” tambahnya.

Ia tidak bisa menahan air mata saat mengingat peristiwa tragis tersebut. “Akhirnya saya terus nggak kuat nahan, nangis terus, akhirnya nggak sadar juga,” ujarnya.

Kesempatan untuk Libur yang Tak Dimanfaatkan

Sebenarnya, Paino sempat meminta almarhum untuk libur. Hal ini dilakukan karena kakak iparnya akan menjalani persalinan dan butuh pengganti. Jika almarhum menuruti permintaan pamannya tersebut, mungkin tragedi ini tidak akan terjadi.

“Sebetulnya kemarin sudah saya minta untuk libur membantu kakeknya ambil sampah. Tapi nggak tahunya malah masuk kerja. Kakaknya, istrinya mau lahiran operasi. Maksud saya suruh bantu ambil sampah biar kakaknya menjaga istrinya lahiran. Tapi nggak tahunya malah masuk kerja,” jelasnya.

Almarhum selama ini bekerja di mesin penggilingan sampah. Ia bertugas memilah sampah sebelum dimasukkan ke mesin. “Malah kejadian ini, mau gimana lagi. Kerja di situ kurang lebih tiga tahunan. Sempat libur, mesinnya nggak bekerja. Setelah itu beroperasi, ini kejadian ini. Di bagian pemilah,” tuturnya.

Penyebab Kecelakaan yang Masih Dikaji

Paino tidak tahu persis bagaimana almarhum bisa masuk ke mesin tersebut. Ia memperkirakan keponakannya tersebut tak sadarkan diri.

“Soal kejadian bisa masuk kurang paham. Tapi melihat kondisinya kemungkinan pingsan. Kondisi di sebelah tepi mesin, di roda penggiling itu. Kemungkinan pingsan ketarik roda itu. Biasanya ada temannya. Ini waktu sendiri atau gimana kurang paham. Soalnya saya juga ngambil sampah di Mojosongo,” jelasnya.

Pos terkait