Ledakan Petasan di Rumah Warga Ponorogo Tewaskan Pelajar SMP
Ledakan petasan yang terjadi di rumah warga Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengguncang wilayah sekitar. Ledakan tersebut terdengar hingga 3 kilometer jauhnya dan menewaskan pelajar SMP berinisial R alias Rifai Kurnia Putra (16), yang merupakan anak dari pemilik rumah, Minten. Selain korban tewas, seorang temannya juga mengalami luka berat.
Rumah Minten kini porak poranda akibat ledakan yang sangat keras. Kesaksian para tetangga menyebutkan bahwa suara ledakan itu sangat dahsyat. Bonari, salah satu tetangga Minten, mengatakan awalnya dia mengira ada ban meletus karena suaranya begitu keras. Namun setelah melihat asap yang mengepul, ia menyadari bahwa sesuatu yang lebih serius telah terjadi.
“Bukan keras lagi, soalnya rumah saya dekat. Kirain ban meletus nggak tahunya asap mengepul. Keras banget, dahsyat,” ujar Bonari, Senin (2/3/2026).
Tidak hanya Bonari, ledakan tersebut juga terdengar oleh Dwiyono, warga Desa/Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Meski jarak antara lokasi kejadian dengan rumahnya sekitar 3 kilometer, jendela rumahnya tetap bergetar akibat dampak ledakan.
“Terdengar sampai rumah saya. Jendela rumah saya saja sampai bergetar. Padahal rumah saya cukup jauh, lo, sekitar 3 kilometer,” tambah Dwi.
Siswanto, Kepala Dusun Pendem, Desa Carat, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jatim, juga mendengar ledakan tersebut. Ia langsung menuju lokasi kejadian karena jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 500 meter hingga 1 kilometer dari rumahnya. Setelah sampai di lokasi, ia melihat dua korban bergelimpangan.
Rumah sebagai Markas Pembuatan Petasan
Menurut Bonari, rumah Minten sering digunakan sebagai tempat pembuatan petasan, terutama menjelang Lebaran. Warga setempat bahkan menyebut rumah tersebut sebagai “markas” pembuatan petasan.
“Kami menyebutnya markas. Bukan sekali dua kali, sudah sering terjadi selalu bikin merakit petasan,” ungkap Bonari pada Senin (2/3/2026).
Meskipun lingkungan sekitar telah memberikan peringatan berkali-kali, pemilik rumah tidak pernah menghiraukannya. Saat ini, hanya tiga orang yang tinggal di rumah tersebut, termasuk korban tewas dan keluarganya.
Bonari mengaku tidak tahu dari mana bahan peledak itu diperoleh. Informasi ini masih dalam proses penyelidikan. Menurutnya, warga setempat telah memperingatkan beberapa kali, namun tidak pernah diindahkan.
Penanganan oleh Polisi dan Gegana
Setelah ledakan terjadi, anggota Satreskrim Polres Ponorogo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. Mereka melakukan visum luar terlebih dahulu kepada korban meninggal dunia berinisial R (Rifai Kurnia Putra).
Petugas juga menyisir seluruh bagian rumah Minten yang rusak parah akibat ledakan. Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menyatakan bahwa dugaan sementara adalah adanya penggunaan bahan mercon.
“Saat ini berdasarkan olah TKP, masih kita dalami. Dugaannya meracik bahan mercon,” ujar AKP Imam Mujali, Minggu (1/3/2026).
Pihak Satreskrim Polres Ponorogo akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan bekerja sama dengan Gegana Polda Jatim untuk memastikan apakah bahan yang digunakan benar-benar untuk membuat petasan.
Korban dan Kondisi Lokasi
Ledakan petasan di rumah Minten, Dusun Cuwet, RT 02 RW 02, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, terjadi pada Minggu (1/3/2026) sore jelang maghrib. Salah satu korban tewas adalah pelajar SMP berinisial R. Kini, pihak berwenang sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk menentukan penyebab pasti dari ledakan tersebut.





