Situasi Kekacauan Penerbangan Akibat Konflik Timur Tengah
Konflik antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat (AS) telah memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah. Hal ini berdampak langsung pada sejumlah rute penerbangan ke wilayah tersebut, terutama yang melewati jalur udara yang sering digunakan oleh maskapai internasional.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan (Sulsel), Ikbal Ismail, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 358 jemaah umrah asal Sulsel sedang menjalankan ibadah di Arab Saudi. Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa jemaah lainnya masih dalam proses persiapan keberangkatan. Namun, Ikbal menyarankan agar para travel kembali mematangkan rencana perjalanan sambil menunggu keputusan dari pusat.
“Harapan kami adalah agar mereka menunda dulu. Kami akan melihat keputusan dari pusat. Travel mungkin sudah memesan tiket dan hotel, jadi harus dipertimbangkan,” ujarnya saat dihubungi pada Senin (2/3/2026).
Ikbal menjelaskan bahwa travel tentu akan mempertimbangkan akomodasi yang telah dipesan sebelumnya. Jika penerbangan menuju Arab Saudi masih tersedia, maka travel akan tetap melakukan perjalanan. Namun, jika tidak ada penerbangan sama sekali, maka rencana perjalanan akan dibatalkan.
Meski begitu, ia tetap berharap keselamatan dan keamanan jemaah menjadi prioritas utama. Sampai saat ini, penerbangan langsung ke Arab Saudi masih tersedia, termasuk rute Makassar-Jeddah.
“Penerbangan langsung Jeddah-Makassar dan Jeddah-Jakarta aman saya lihat. Yang bermasalah adalah penerbangan yang transit ke Abu Dhabi dan negara lainnya,” ujar Ikbal Ismail.
Dampak pada Penerbangan Internasional
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sulsel, Nurhayat, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap anggota dan grup jemaah yang terdampak konflik ini. Beberapa maskapai telah melakukan penjadwalan ulang karena adanya penutupan bandara di Doha dan Dubai. Otomatis, pesawat tidak bisa mendarat karena ruang udara ditutup.
Menurut Hayat, sapaan akrabnya, dampak tidak hanya terjadi pada penerbangan umrah, tetapi juga tur internasional lainnya. Pasalnya, Dubai dan Doha merupakan hub utama penerbangan global.
“Semua penerbangan yang menggunakan jalur itu, baik umrah maupun rute internasional lainnya, pasti terdampak,” jelasnya.
Namun, untuk penerbangan langsung ke Arab Saudi seperti Jeddah dan Madinah, sebagian masih beroperasi normal. Maskapai Lion Air dan Garuda Indonesia tetap terbang. Sementara penerbangan yang menggunakan Emirates dan Qatar Airways terdampak karena jalurnya melalui Dubai dan Doha.
Di Sulsel, Astindo mencatat saat ini memasuki periode keberangkatan umrah i’tikaf menjelang pertengahan Ramadan, sehingga potensi dampaknya dinilai cukup besar.
Perkembangan Terkini
Pihak Kemenhaj dan Astindo terus memantau situasi secara berkala. Mereka berharap kondisi dapat kembali stabil dalam waktu dekat, sehingga keberangkatan jemaah dapat dilakukan tanpa hambatan. Namun, sampai saat ini, kebijakan penundaan masih diberlakukan sebagai langkah pencegahan.
Selain itu, penggunaan jalur udara yang melalui wilayah yang rawan konflik tetap dihindari. Pihak travel dan maskapai terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional.





