JAKARTA – Dalam menghadapi dinamika geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, PT Pertamina (Persero) menunjukkan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Perusahaan energi nasional ini memprioritaskan keselamatan pekerja serta keberlanjutan operasional sebagai fokus utama melalui penguatan mitigasi risiko dan pemantauan intensif.
Pertamina bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) serta otoritas setempat. Sebagai tulang punggung energi Indonesia, Pertamina memastikan seluruh lini bisnis mulai dari penyediaan minyak mentah hingga kebutuhan BBM dan LPG domestik beroperasi secara optimal dan dalam kondisi terkendali.
Terdapat tiga unit bisnis strategis Pertamina yang terkait langsung dengan dinamika di kawasan tersebut, yaitu:
- PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive yang terlibat dalam aktivitas pengangkutan energi global.
- Pertamina Internasional EP (PIEP) yang menjalankan operasi hulu di Basra, Irak.
- Pertamina Patra Niaga yang bertanggung jawab atas pengadaan minyak mentah dan produk dari sumber di Kawasan Timur Tengah.
Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menyatakan bahwa seluruh pekerja, operasional, dan armada yang berada di area Timur Tengah termonitor secara intensif. “Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI, dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” ujar Baron.
Selain itu, Pertamina terus memantau perkembangan dinamika energi global dan telah melakukan mitigasi guna memastikan kelancaran rantai pasok global serta ketahanan energi nasional tetap terjaga. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina memiliki portofolio sumber pasokan minyak mentah, produk BBM, dan LPG yang terdiversifikasi, baik dari produksi dalam negeri maupun dari berbagai negara mitra. Diversifikasi ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan suplai di tengah dinamika geopolitik.
Pertamina juga mengoptimalkan operasional kilang domestik untuk menjaga keseimbangan produksi dan distribusi. Dengan pengelolaan pasokan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, perusahaan memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap dalam kondisi aman, memadai, dan terkendali.
“Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Baron.





