Apel Gabungan Siaga Bencana di Kecamatan Lumbis
Pemerintah Kecamatan Lumbis menggelar Apel Gabungan Siaga Bencana di halaman Pos BPBD dan Pos Damkar Kecamatan Lumbis, pada Jumat (27/2/2026) pagi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir yang terjadi di bantaran Sungai Sembakung. Dalam apel tersebut, Plt Camat Lumbis, Fajar Budhayanto, memimpin kegiatan sebagai bentuk persiapan menghadapi kondisi yang masih fluktuatif.
Kecamatan Lumbis berada di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Wilayah ini berbatasan dengan bagian utara Kalimantan, dengan pusat pemerintahan berada di Desa Mansalong. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan, jarak antara Kecamatan Lumbis dengan ibu kota kabupaten sekitar 114,41 km.
Dalam arahannya, Fajar Budhayanto menyampaikan bahwa kondisi banjir di sepanjang bantaran Sungai Sembakung masih bertahan. Tinggi muka air (TMA) saat ini mencapai 9 meter dan cenderung mengalami kenaikan. Hal ini dipengaruhi oleh dua sungai di bagian hulu. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam penanganan bencana.
Selain itu, Fajar menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten akan segera melaksanakan rapat darurat untuk penetapan status tanggap darurat di wilayah Kecamatan Lumbis dan sekitarnya. Menurutnya, penanganan kebencanaan merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), seluruh aparat, hingga tingkat RT di Kecamatan Lumbis.
“Kita harus saling berkolaborasi dan bekerja sama dalam mengatasi bencana banjir ini, serta memastikan keselamatan warga dan fasilitas umum yang terdampak,” tegasnya.
Fajar juga mengingatkan seluruh petugas agar aktif melaporkan setiap perkembangan situasi kepada atasan masing-masing, untuk mendapatkan rekomendasi tindakan yang tepat. Selain itu, petugas di lapangan diminta tetap menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan tugas.

Sementara itu, Kapolsek Lumbis, Dony Setyo Helga Effendi, menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam situasi darurat. Ia menilai bahwa laporan yang disampaikan ke atasan harus satu pintu dan berdasarkan data riil, tidak boleh ada rekayasa data. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga situasi tetap kondusif, apalagi dalam suasana bulan Ramadan.
Apel Siaga Bencana ditutup dengan doa bersama serta sesi dokumentasi seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana banjir di wilayah Kecamatan Lumbis.
Peserta Apel Gabungan Siaga Bencana
Beberapa instansi dan organisasi yang turut serta dalam apel ini antara lain:
- TNI-Polri
- BPBD
- Damkar
- Satpol PP
- Imigrasi
- Staf kecamatan
- PKK
- Relawan
- Perwakilan Kecamatan Lumbis Hulu
Selain itu, hadir juga Kapolsek Lumbis beserta anggota, Danramil Lumbis dan jajaran, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Danpos Pamtas, Danru Pol PP Kecamatan Lumbis dan anggota. Kepala Pos Imigrasi, BPBD Nunukan, anggota Damkar, staf kecamatan, ibu-ibu PKK, relawan Kecamatan Lumbis, serta perwakilan Kecamatan Lumbis Hulu.
Langkah-Langkah yang Diambil
Beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman banjir antara lain:
- Meningkatkan koordinasi antarinstansi untuk memastikan respons cepat.
- Memastikan laporan data riil satu pintu, sehingga informasi yang diterima akurat dan dapat diandalkan.
- Memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan petugas yang bertugas di lapangan.
- Melakukan rapat darurat untuk menentukan status tanggap darurat di wilayah Kecamatan Lumbis dan sekitarnya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman banjir, serta fasilitas umum dan keselamatan warga dapat terjaga dengan baik.





