Pelantikan Panitia Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-82 GMIM
Pada hari Minggu, 1 Maret 2026, dalam ibadah Jemaat GMIM Imanuel Bahu, Wilayah Manado Barat Daya (MBD), sesi kedua dimulai pukul 09.00 WITA, Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt Adolf Katuuk Wenas MTh, melantik Panitia Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-82. Acara ini menjadi momen penting bagi Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) dalam mempersiapkan sidang yang akan diadakan pada Juni 2026 mendatang.
Panitia SMSI ke-82 dipimpin oleh Recky H Langie, seorang pengusaha yang didampingi tujuh wakil ketua. Salah satu dari mereka adalah Ketua BPMW GMIM MBD, Pdt Marherry Bawinto MTh. Selain itu, Sekretaris Panitia SMSI diberikan kepada Dolfie Angkouw dan Bendahara kepada Prof Dr Deitje Katuuk MPd. Total anggota panitia mencapai 197 orang, yang terbagi dalam 11 seksi.
Agenda utama dari SMSI ke-82 adalah revisi Tata Gereja GMIM 2021. Acara ini direncanakan berlangsung di Wilayah Manado Barat Daya. Pdt Adolf Katuuk Wenas MTh menekankan pentingnya kerja sama yang tulus dan sungguh-sungguh dari seluruh anggota panitia.
“Selamat bekerja. Kerja dengan tulus, bukan untuk siapa tapi demi Gereja ini,” ujar Pendeta Katuuk. Ia berharap panitia dapat bekerja cepat dan tepat, seperti tukang periuk yang langsung memperbaiki kesalahan jika terjadi. “Panitia, bekerjalah dengan baik. Jika demikian, jemaat akan mengingat perbuatan dan pengabdian tersebut,” tambahnya.
Recky Langie menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia memohon dukungan doa dari jemaat GMIM agar semua rencana dapat berjalan lancar. “Mari kita bekerja sama. Berbuat yang terbaik untuk pelayanan Gereja Tuhan,” ujarnya.
Khotbah Minggu Sengsara
Dalam khotbah Minggu Sengsara, Pembacaan Alkitab diambil dari Yeremia 18:1-17. Nats ini menceritakan tentang peringatan Allah kepada bangsa Israel. Seperti tukang periuk, Allah memiliki otoritas penuh atas bangsa yang dikenal tegar tengkuk. Allah ingin Israel taat dan patuh agar dijauhkan dari bencana.
Pendeta Adolf mengingatkan bahwa manusia sering kali merasa dirinya seperti Tuhan. “Panitia SMSI, sadarlah, cuma panitia. Jangan berpikir, oh torang tu mo ator Tata Gereja,” katanya sambil menyentil. Ia juga menegaskan bahwa SMSI ke-82 menjadi perhatian warga Gereja, meskipun BPMS baru saja mulai membicarakan hal tersebut.
Kepada jemaat, Katuuk mengingatkan agar sadar akan kemahakuasaan Tuhan. Ia menjelaskan bahwa jemaat seperti tanah liat yang dibentuk oleh sang tukang periuk. “Mar heran kwa sekarang, dapalia tanah liat so rasa lebe jago dari tukang periuk,” ujarnya lagi. Ia meminta jemaat untuk tunduk kepada Tuhan dan biarkan Dia membentuk kehidupan, karakter, dan pelayanan.
“Kadang kita sudah gagal dan jatuh tapi masih mengeraskan hati. Jangan malu datang kepada Tuhan. Mengaku dosa dan bertobat,” tutupnya.





