Ketua DPRD Kaltim Minta Anggota Tetap Giat Pantau Aspirasi Rakyat Saat Puasa

Img 8255 Cover 1
Img 8255 Cover 1

Ramadan Sebagai Momentum Meningkatkan Kinerja dan Pengabdian

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kaltim, Subandi, menegaskan bahwa bulan suci Ramadan 1447 H tidak boleh menjadi alasan bagi para wakil rakyat untuk menurunkan kinerja dalam menjalankan tugas-tugasnya. Ia menekankan bahwa puasa justru menjadi momentum untuk meningkatkan semangat kerja dan pengabdian kepada masyarakat.

Selama bulan Ramadan, berbagai agenda penting seperti rapat paripurna, hearing, pembahasan kebijakan daerah, serta fungsi pengawasan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Meskipun ada kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari Pemprov Kaltim, tiga fungsi utama dewan yaitu legislasi, penganggaran, dan pengawasan tetap dipastikan optimal.

Subandi menyampaikan bahwa ibadah puasa dan tugas kedewanan adalah dua hal yang harus berjalan seiring dengan kualitas terbaik. Ia mengatakan bahwa momentum puasa ini bisa menjadi bahan bakar semangat untuk meningkatkan produktivitas dalam mengawal aspirasi masyarakat Kalimantan Timur.

“Jadi, kalau terkait produktivitas saya kira Insya Allah justru momentum puasa ini spiritnya itu kita disuruh aktif ya. Kita tetap menunaikan tugas-tugas kedewanan dengan semestinya,” ujar Subandi, Minggu (1/3/2026).

Ia memastikan bahwa selama bulan Ramadhan, gedung DPRD Kaltim tidak akan sepi dari aktivitas legislasi. Agenda-agenda krusial dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah disusun. Beberapa agenda yang tetap diprioritaskan antara lain:

  • Rapat paripurna dan hearing
  • Pembahasan kebijakan daerah secara intensif
  • Fungsi pengawasan, memastikan kinerja pemerintah provinsi tetap on the track
  • Penyerapan aspirasi, turun ke lapangan untuk mendengar langsung keluhan warga

Subandi menegaskan bahwa meski produktivitas tetap tinggi, ada penyesuaian teknis di lapangan. Hal ini menyusul kebijakan WFA yang diterapkan Pemprov Kaltim. Ia menjelaskan bahwa koordinasi antar lembaga kini harus lebih fleksibel namun tetap terukur.

“Kita tetap bekerja seperti biasa. Hanya ada penyesuaian jam kerja dan kita juga harus menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah provinsi, termasuk adanya WFA,” jelasnya.

Ketua BK DPRD Kaltim ini memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa tiga fungsi utama dewan, legislasi, penganggaran dan pengawasan tidak akan kendor sedikit pun. Penyesuaian waktu selama bulan suci dianggap sebagai dinamika biasa yang tidak boleh mengurangi esensi pelayanan kepada publik.

“Terlebih lagi bekerja secara maksimal di bulan Ramadan juga merupakan bagian dari ibadah yang mendatangkan pahala berlipat ganda,” tandasnya.

Pos terkait