Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPRD Sulteng dengan Dewan Kesenian Rakyat
Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), Moh Hidayat Pakamundi, memimpin rapat dengar pendapat bersama Dewan Kesenian Rakyat (DKR) pada Senin (2/3/2026). Acara yang berlangsung di ruang polibu Jl Sam Ratulangi Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, turut dihadiri oleh Sekretaris Komisi IV, Wiwik Jumiatul Rofiah.
Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus kepada para pelaku seni untuk terlibat dalam berbagai event yang diselenggarakan di Sulteng. Ia menekankan pentingnya partisipasi komunitas seni dalam kegiatan budaya daerah agar dapat meningkatkan kualitas dan pengakuan terhadap seni lokal.
Salah satu langkah yang telah dilakukan oleh Komisi IV adalah menganggarkan pembangunan gedung kesenian dan budaya. Namun, hingga saat ini, anggaran tersebut belum terealisasi. Menurut Hidayat, anggaran tersebut sebenarnya sudah dialokasikan dalam tahun anggaran 2026, tetapi karena efisiensi anggaran, dana tersebut tidak lagi tersedia. Meskipun demikian, program pembangunan gedung tersebut masih tetap ada.
“Sebenarnya sudah dianggarkan pada tahun anggaran 2026 tetapi karena efisiensi maka hilang anggarannya namun programnya masih ada,” ujarnya seusai RDP.
Hidayat juga mendorong para pekerja seni di Sulawesi Tengah untuk terus membangun kesenian dan kebudayaan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ia berharap kolaborasi ini dapat membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi, baik secara nasional maupun internasional.
Hasil dari rapat dengar pendapat ini akan dibuatkan dalam bentuk berita acara dan ditandatangani langsung oleh DPRD dan DKR Sulteng. Proses ini bertujuan untuk memastikan adanya kesepahaman dan komitmen bersama antara lembaga legislatif dan komunitas seni.
Rapat yang berlangsung sejak pukul 10.00 WITA hingga 13.00 WITA ini membahas beberapa isu terkait optimalisasi kegiatan kebudayaan di Sulawesi Tengah. Topik utama mencakup rencana pembangunan infrastruktur kesenian, strategi promosi seni lokal, serta upaya memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan komunitas seni.
Beberapa hal yang dibahas selama rapat antara lain:
- Strategi penguatan peran komunitas seni dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah
- Pengembangan program pelatihan dan workshop bagi pelaku seni
- Peningkatan akses terhadap sumber daya dan dukungan finansial untuk kegiatan seni
Selain itu, para peserta rapat juga membahas pentingnya menjaga keberagaman budaya Sulteng sebagai aset yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Mereka sepakat bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam memperkuat identitas daerah dan meningkatkan citra Sulteng di tingkat nasional.





