Ketua Komite III DPD RI Kembangkan Pendidikan dan Regulasi Perlindungan Atlet

Aa1xtibi
Aa1xtibi



JAKARTA – Ketua Komite III DPD RI Dr. Filep Wamafma menyampaikan kekecewaannya terhadap dugaan tindakan kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang dialami oleh atlet pelatnas panjat tebing. Isu ini mulai muncul ke permukaan dan menarik perhatian publik.

Senator Filep mengecam tindakan tersebut secara keras karena jumlah korban yang melaporkan kasus ini meningkat dari 8 menjadi 10 atlet. Ia mengungkapkan rasa prihatin atas situasi ini, terutama karena kejadian ini terjadi di lingkungan pelatnas, tempat atlet putra dan putri seharusnya bisa berkembang dengan aman dan bermartabat.

“Dugaan tindak kekerasan dan pelecehan seksual ini sangat memprihatinkan. Khususnya karena terjadi di pelatnas, dimana atlet kita sudah semestinya dapat tumbuh, berkembang, dan fokus pada pencapaian prestasi tanpa adanya ancaman,” ujar Filep pada Rabu (4/3/2026).

Berdasarkan informasi dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), masalah yang melibatkan 10 atlet, baik laki-laki maupun perempuan, mendapat perhatian serius. Senator asal Papua Barat ini menekankan pentingnya penguatan regulasi perlindungan atlet serta edukasi agar lingkungan pelatnas menjadi lebih aman dan mendukung pengembangan atlet.

“Komite III DPD RI yang membidangi Kepemudaan dan Olahraga mengecam tindakan ini secara keras dan mendukung Kemenpora, KONI, serta FPTI untuk melakukan investigasi tuntas. Penguatan regulasi perlindungan atlet harus terus kita kawal bersama,” ujar Filep.

Dia juga menyoroti UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang telah menjamin hak atlet dalam hal keamanan, keselamatan, perlindungan dari kekerasan atau pelecehan, serta kesejahteraan, termasuk jaminan sosial dan pendampingan hukum. Poin-poin ini harus diterjemahkan dan dipertegas dalam peraturan internal lembaga maupun federasi.

“Atlet kita adalah aset dan harapan masyarakat yang harus dijaga marwah serta masa depannya. Tidak hanya pelatnas, semua atlet putra-putri bangsa ini berhak mendapatkan jaminan keamanan dari segala bentuk tindak kekerasan dan pelecehan,” tegasnya.

Selain itu, Filep meminta agar kasus ini ditangani dengan adil dan pelaku diberi sanksi tegas. Ia menekankan bahwa kejadian seperti ini tidak boleh terulang di lingkungan yang sama maupun di cabang olahraga lainnya.

Senator Filep menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas penyelidikan maupun investigasi yang dilakukan oleh Kemenpora. Ia menilai tindakan kekerasan dan pelecehan seksual sangat merusak semangat sportivitas dan kebersamaan tim.

“Atlet menjadi harapan dan kebanggaan bangsa yang harus dijaga kehormatannya. Langkah tegas dan segera ini penting untuk menjaga martabat pelatnas sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menciptakan ruang yang terbuka, adil, dan sportif di dunia olahraga nasional,” kata Senator Filep.

Pos terkait