Ratusan Pelayat Mengantarkan Jenazah Ketua PP Fatayat NU
Ribuan pelayat hadir di Lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk mengantar jenazah Ketua PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah pada Minggu (1/3/2026). Suasana duka menyelimuti kawasan Denanyar, tempat Ponpes tersebut berada. Sejak sore hari, kediaman almarhumah di lingkungan Pondok Pesantren Al-Bishri mulai dipenuhi para peziarah yang datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir.
Margaret Aliyatul Maimunah dikenal sebagai salah satu komisioner di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama periode 2022–2027. Di lokasi pemakaman, bendera putih terpasang di gerbang rumah duka, serta puluhan karangan bunga dari sejumlah pejabat nasional menghiasi area sekitar kediaman.
Iring-iringan ambulans yang membawa jenazah tiba sekitar pukul 23.00 WIB dan langsung memasuki halaman rumah duka. Setelah prosesi singkat bersama keluarga, jenazah diberangkatkan menuju kompleks pemakaman Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Ribuan santri dan masyarakat mengikuti perjalanan terakhir almarhumah.
Keranda digotong bergantian oleh para pelayat, diiringi lantunan tahlil yang menggema sepanjang perjalanan dari rumah duka hingga area pemakaman. Sebelum dimakamkan, jenazah terlebih dahulu disalatkan di Masjid Jami Pondok Pesantren Mambaul Maarif. Salat jenazah dipimpin oleh KH Marzuki Mustamar dan diikuti oleh para santri, tokoh ulama, serta masyarakat yang memadati masjid.
Beberapa pejabat turut hadir dalam prosesi pemakaman, antara lain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Jombang Warsubi. Setelah prosesi salat jenazah, almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman pondok pesantren, berdampingan dengan para masayikh Mambaul Maarif.
Proses Perawatan dan Kematian Almarhumah
Kakak kandung almarhumah, KH Sholahudin Abdurahman, menyampaikan bahwa sebelum wafat, Margaret sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, selama hampir dua minggu. “Kurang lebih 12 sampai 13 hari dirawat di rumah sakit dan sempat berada di ICU,” ujarnya di sela persiapan prosesi pemakaman.
Ia menambahkan bahwa almarhumah mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.25 WIB, Minggu (1/3/2026). Pihak keluarga berharap seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama, dapat mendoakan almarhumah agar segala amal ibadahnya diterima dan diampuni Allah SWT.
“Kepada seluruh pentakziah dan seluruh kaum Nahdliyyin dan seluruh umat Mohon doanya kepada adik saya tercinta. Mudah-mudahan seluruh umat ibadannya diterima doa dan diampuni oleh Allah SWT dan ditempatkan di posisi terbaik di sisi Allah SWT,” pungkasnya.
Prosesi Pemakaman yang Penuh Duka
Prosesi pemakaman dilakukan dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh banyak tokoh dan masyarakat. Para pelayat tampak berduka atas kepergian almarhumah, yang dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai organisasi keagamaan dan sosial. Selain itu, suasana di sekitar lokasi pemakaman juga terasa hangat karena adanya dukungan dan doa dari berbagai kalangan.
Pemakaman ini menjadi momen yang sangat berharga bagi keluarga dan masyarakat luas, khususnya bagi para santri dan tokoh-tokoh agama yang hadir. Semua prosesi dilaksanakan dengan penuh kesopanan dan kerendahan hati, sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh Pondok Pesantren Mambaul Maarif.
Dengan kepergian almarhumah, dunia keorganisasian dan keagamaan di Jawa Timur kehilangan sosok yang berkontribusi besar dalam berbagai bidang. Namun, semangat dan pengaruhnya akan tetap dikenang oleh banyak orang.





