Ketua RT/RW Makassar Siap Lindungi Rumah Warga yang Mudik Lebaran

Kombes Pol Kombes Pol M Syahduddi4 2
Kombes Pol Kombes Pol M Syahduddi4 2

Peran RT dan RW dalam Menjaga Keamanan Saat Musim Mudik

Di tengah persiapan warga untuk merayakan Lebaran, muncul upaya khusus dari para ketua RT dan RW di berbagai wilayah Makassar. Mereka menyiagakan diri untuk memastikan keamanan lingkungan saat sebagian besar warga meninggalkan rumahnya untuk mudik. Salah satu yang terlibat adalah Andi Ilcham, Ketua RT 001 RW 005 Tidung.

Kesiapan RT dalam Menghadapi Musim Mudik

Andi Ilcham menjelaskan bahwa setiap tahun, ia selalu siap menjaga rumah maupun kontrakan warga yang ditinggal mudik. Ia mengatakan, kondisi ini rutin terjadi di wilayahnya, karena sebagian besar warga merupakan penyewa atau mahasiswa yang merantau di Makassar.

“Melapor. Karena mereka kan rata-rata kontrak satu rumah. Jadi mereka melapor supaya diamankan rumahnya,” ujar Ilcham. Menurutnya, para mahasiswa biasanya mulai melapor sejak satu pekan menjelang Lebaran, memberitahu rencana kepulangan mereka.

Dalam laporan tersebut, para mahasiswa juga menyampaikan perkiraan waktu kembali ke Makassar setelah merayakan Lebaran di kampung halaman. Rata-rata mereka bilang satu minggu setelah Lebaran baru balik lagi.

Komunikasi Tetap Terjalin Meski Warga Mudik

Meski warga sedang berada di kampung halaman, komunikasi dengan RT tetap terjalin. Tidak jarang para mahasiswa menghubungi Ilcham untuk menanyakan kondisi rumah kos yang ditinggalkan. “Terkadang mereka telepon atau chat tanya bagaimana kondisi rumahnya,” tambahnya.

Imbauan dari Ketua RW

Sementara itu, Dahlin, Ketua RW 003 Tompo Balang, mengaku telah mengimbau jajaran RT di wilayahnya untuk melakukan pendataan terhadap warga yang mudik atau meninggalkan rumah sebelum Lebaran. Di wilayahnya, terdapat mahasiswa serta pedagang dari luar daerah yang setiap tahun pulang kampung saat momentum Lebaran.

“Iya sudah kita sampaikan kepada RT/RW agar ini menjadi perhatian bersama,” ujarnya. Dahlin menegaskan, bersama jajaran RT/RW, pihaknya berkomitmen menjaga kondusivitas keamanan lingkungan selama musim mudik berlangsung.

Peran Pemerintah Kota Makassar

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghimbau warga yang akan mudik agar melapor kepada ketua RT/RW setempat sebelum meninggalkan rumah. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan lingkungan selama periode mudik.

Menurut Munafri, rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong berpotensi menimbulkan kerawanan jika tidak terpantau dengan baik. Karena itu, ia meminta masyarakat agar tidak mengabaikan pentingnya koordinasi dengan pengurus lingkungan.

“Saya juga memastikan begitu. Kalau masyarakat yang mau mudik, kalau bisa disampaikan kepada RT/RW-nya,” ujar Munafri. Ia menjelaskan, laporan tersebut akan membantu RT/RW melakukan pendataan rumah kosong di wilayah masing-masing.

Dengan adanya data itu, RT/RW bersama aparat keamanan dapat lebih mudah melakukan pengawasan. Munafri mencontohkan potensi kejadian yang bisa saja terjadi tanpa diketahui status rumah yang ditinggalkan.

“Supaya kalau ada apa-apa, ketahuan. Contohnya, tiba-tiba ada kebakaran. Kita nggak tahu ini kosongkah rumahnya, ada orangkah di dalam,” jelasnya.

Bahaya Rumah Kosong

Munafri menambahkan, kondisi rumah kosong juga bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berniat tidak baik. “Atau memang kalau rumahnya kosong, tiba-tiba ada orang. Siapa tahu orang itu berniat kurang baik dan sebagainya. Itu harus dilaporkan,” tegasnya.

Menurutnya, fungsi RT/RW sangat vital dalam menerima laporan warga serta mencatat informasi tersebut sebagai bagian dari sistem keamanan lingkungan. “Ini fungsi RT/RW akan berfungsi untuk menerima itu, untuk mencatat dan memastikan keamanan yang ada. Bekerja sama dengan seluruh aparat yang ada di situ,” katanya.

Harapan untuk Keamanan Selama Mudik

Munafri berharap, dengan adanya kerja sama antara warga, RT/RW, dan aparat keamanan, situasi selama musim mudik tetap aman dan kondusif. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memastikan kondisi rumah sebelum ditinggalkan, seperti mematikan instalasi listrik yang tidak diperlukan serta memastikan pintu dan jendela terkunci dengan baik.

“Pemerintah Kota Makassar ingin memastikan bahwa momentum mudik berjalan lancar tanpa diiringi gangguan keamanan di lingkungan permukiman warga,” ucapnya.


Pos terkait