Pengertian Sholat Tarawih
Sholat tarawih adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadhan. Ibadah ini memiliki keutamaan besar bagi setiap muslim, karena menjadi kesempatan untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sholat tarawih bisa dikerjakan secara berjamaah di masjid atau sendiri di rumah. Setiap rakaat yang dikerjakan memberikan kesempatan untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan memperkuat keimanan.
Pada hari ini, Minggu 1 Maret 2026, umat muslim sudah memasuki hari ke-11 puasa Ramadhan 1447 Hijriyah dan akan melangsungkan sholat tarawih malam ke-12 Ramadhan. Pertanyaannya adalah, apa keutamaan yang bisa kita dapatkan saat mengerjakan sholat tarawih malam ke-12 Ramadhan?
Keutamaan Sholat Tarawih Malam ke-12
Setiap malam, sholat tarawih memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satu keutamaan sholat tarawih dan qiyamul lail di malam hari Bulan Puasa Ramadhan dijelaskan dalam Hadist Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a berikut ini:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa melakukan Qiyam Ramadhan (sholat Sunnah di malam hari pada Bulan Ramadhan) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, ada keistimewaan khusus bagi mereka yang menunaikan Sholat Tarawih di malam ke-12 Ramadhan. Menurut Kitab Durratun Nasihin, orang yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke-12 akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan wajah yang bersinar bak bulan purnama. Ini merupakan anugerah yang luar biasa dari Allah SWT bagi hamba-Nya yang beribadah dengan sungguh-sungguh di bulan Ramadhan.
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةَ عَشْرَةَ يَجِيْئُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ
Latin: Wa fil lailatits tsaniyata ‘asyarata yaji-u yaumal qiyamati wa wajhuhu kalqamari lailatal badri.
Artinya: “Pada malam kedua belas, pada hari kiamat ia akan datang dengan wajahnya bagaikan rembulan di malam purnama.”
Tata Cara Sholat Tarawih
Secara umum, sholat tarawih pada dasarnya sama saja dengan sholat sunnah lain. Tiap sesi sholat terdiri dari kelipatan 2 rakaat. Berikut langkah-langkah atau tata cara sholat tarawih:
- Mengucapkan niat shalat Tarawih sesuai posisinya sebagai imam atau makmum
- Niat di dalam hati
- Ketika takbiratul ihram mengucap takbir
- Saat takbiratul ihram membaca Surat Al-Fatihah
- Kemudian membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an
- Rukuk
- I’tidaal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua
- Bangkit dari duduk
- Mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama
- Salam pada rakaat kedua (Jika mengikut kepada yang dua rakaat-dua rakaat), lanjut sampai rakaat keempat baru salam (Jika mengikut kepada pendapat yang empat rakaat-empat rakaat).
Setelah selesai melakukan Sholat Tarawih, dapat ditutup dengan Sholat witir.
Niat Sholat Tarawih
Berikut adalah beberapa niat sholat tarawih yang bisa digunakan:
-
Niat Sholat Tarawih berjamaah:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Lafal Latin: Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa)
Artinya: Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala. -
Doa niat Sholat Tarawih sendiri:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Lafal Latin: Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala)
Artinya: Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala. -
Doa niat salat Tarawih sebagai Imam:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Lafal Latin: Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa.
Artinya: Aku niat sholat sunnah tarawih dua raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’alaa.





