Peristiwa Kematian Pemimpin Tertinggi Iran dan Reaksi dari Korps Garda Revolusi Islam
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Iran bersama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), disampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Dikabarkan bahwa ia gugur dalam serangan berkelanjutan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap kediamannya.
Pernyataan tersebut dimulai dengan kutipan ayat Al-Qur’an dari Surah Ali ‘Imran ayat 169, yang menyatakan bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah tidaklah mati, melainkan hidup di sisi Tuhan. Menurut pernyataan itu, Khamenei wafat pada bulan suci Ramadan dan disebut menerima “nikmat kesyahidan.”
IRGC menggambarkan Khamenei sebagai sosok pemimpin yang memiliki kesucian jiwa, kekuatan iman, kebijaksanaan, serta keberanian dalam menghadapi pihak-pihak yang mereka sebut sebagai “kaum arogan.” Selain Khamenei, serangan tersebut juga dilaporkan menewaskan putri, menantu, dan cucunya.
Penjelasan Pernyataan IRGC
IRGC menilai kematian Khamenei sebagai bukti kebenaran perjuangannya. Mereka menegaskan bahwa wafatnya pemimpin tertinggi tersebut tidak akan menghentikan jalan dan cita-cita Revolusi Islam, melainkan justru memperkuat tekad bangsa Iran untuk melanjutkan perjuangan.
Tindakan kriminal dan teroris dari pemerintah Amerika dan rezim Zionis dianggap sebagai pelanggaran nyata terhadap prinsip agama, etika, hukum, dan adat. IRGC menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran dan pasukan Basij akan terus melanjutkan perjuangan serta membela warisan yang ditinggalkan Khamenei. Mereka juga menegaskan akan memberikan respons tegas terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pernyataan itu ditutup dengan penegasan bahwa perjuangan Revolusi Islam akan tetap berlanjut dengan kekuatan dan kemuliaan, meskipun telah kehilangan pemimpin tertingginya.
Isi Pernyataan IRGC
Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan janganlah kamu mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati; sesungguhnya mereka hidup di sisi Tuhan mereka, mendapat rezeki. (Surat Ali ‘Imran Ayat 169)
Kami menyampaikan belasungkawa sekaligus ucapan selamat kepada kehadiran Imam Mahdi—semoga jiwa kami dikorbankan untuk beliau—kepada umat Islam, para otoritas agama besar dan ulama, serta bangsa Iran atas kesyahidan mulia seorang ulama ilahi, pemimpin para syuhada Revolusi Islam, tuan dari para syuhada yang menanti, dan wakil sah Imam Zaman—semoga Allah mempercepat kemunculannya—Imam Khamenei.
Semoga Allah memberkahinya, di bulan suci Ramadan. Allah Yang Maha Kuasa menerima jiwa besar yang berjuang ini, putra suci dari Sayyidah Fatimah—semoga damai atasnya—sebagaimana pemimpinnya, Panglima Orang Beriman Ali—semoga damai atasnya—di bulan Ramadan yang diberkahi, dan menganugerahkan kepadanya nikmat kesyahidan.
Kami telah kehilangan seorang pemimpin besar dan meratapinya, yang unik pada zamannya dalam kesucian jiwa, kekuatan iman, kebijaksanaan dalam urusan, keberanian menghadapi kaum arogan, dan jihad di jalan Allah.
Kesyahidan di tangan teroris paling jahat dan algojo kemanusiaan adalah tanda kebenaran pemimpin besar ini dan penerimaan atas pengabdian tulusnya.
Kesyahidan di jalan Islam dan Iran yang agung adalah tanda kemenangan dan semakin dekatnya tujuan; namun, dengan kesyahidan dan hijrah kepada Allah dari Imam Khamenei—semoga Allah memberkahinya—jalan dan teladannya tidak akan berhenti, melainkan akan terus berlanjut dengan kekuatan dan kemuliaan.
Kesyahidan ini akan membuat bangsa Iran semakin teguh untuk melanjutkan jalan bercahaya Imam Khamenei yang tercinta.
Tindakan kriminal dan teroris dari pemerintah jahat Amerika dan rezim Zionis adalah pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip agama, etika, hukum, dan adat; oleh karena itu, tangan balas dendam bangsa Iran untuk hukuman berat, tegas, dan penuh penyesalan terhadap para pembunuh Imam umat tidak akan meninggalkan mereka.
Korps Garda Revolusi Islam, Angkatan Bersenjata Republik Islam, dan Basij rakyat yang besar akan dengan penuh kekuatan melanjutkan jalan pemimpin mereka untuk membela warisan berharga dari pemimpin besar ini dan akan berdiri teguh menghadapi konspirasi internal maupun eksternal serta memberikan pelajaran hukuman bagi para agresor terhadap tanah air Islam.
Profil Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)
Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) adalah pasukan militer khusus yang dibentuk setelah Revolusi Islam tahun 1979 atas perintah Ayatollah Ruhollah Khomeini (pemimpin Revolusi Iran). Berbeda dengan militer reguler Iran yang berfokus pada pertahanan teritorial, IRGC memiliki mandat utama menjaga sistem politik Republik Islam, melindungi revolusi, serta menghadapi ancaman internal maupun eksternal.
Struktur IRGC mencakup angkatan darat, udara, laut, pasukan khusus Quds untuk operasi luar negeri, serta Basij, yaitu milisi rakyat yang mendukung operasi keamanan dan sosial. Ideologi IRGC berlandaskan pada prinsip Wilayat al-Faqih (kepemimpinan ulama) dan Khomeinisme, menjadikannya salah satu institusi paling berpengaruh dalam menjaga stabilitas politik dan memperluas pengaruh Iran di kawasan.
Pernyataan Pemerintah Iran
Pemerintah Iran juga secara resmi telah mengkonfirmasi gugurnya Ali Khamenei dalam serangan AS dan Israel ke kediamannya, Sabtu pagi (28/2/2026).
Berikut pernyataan pemerintah Iran:
Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
“Orang-orang yang berbuat zalim akan mengetahui ke mana mereka akan dikembalikan.” (Surat Asy-Syu’ara Ayat 227)
Rakyat Iran yang terhormat dan penuh kebanggaan!
Dengan kesedihan dan duka mendalam, diumumkan bahwa setelah serangan brutal oleh pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis yang keji, teladan iman, jihad, dan perlawanan, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Agung Imam Khamenei, telah meraih anugerah besar berupa kesyahidan.
Beliau adalah penerus sejati Ruhullah (Imam Khomeini) yang selama lebih dari 37 tahun kepemimpinan bijak, memegang panji terdepan Islam dengan keberanian dan iman teguh, membuka babak baru dalam sejarah pemerintahan Islam, dan hingga akhir hayatnya yang penuh berkah, memimpin umat Islam melawan kekafiran, tirani, dan kesombongan.
Syahid yang mulia, Ayatollah Agung Imam Khamenei, teladan pengorbanan dan perlawanan di era kini, adalah “Imam janji tulus, Imam harapan dan kekuatan” di benak kaum merdeka, tertindas, dan para pejuang dunia.
Namanya akan abadi bersama “Khomeini Sang Agung” di hati bangsa-bangsa dunia. Keilmuan luas, penguasaan ilmu kontemporer, kebijaksanaan, pandangan jauh, iman murni, ketulusan dalam amal, tekad baja, keyakinan mendalam pada kata dan perbuatannya, keberanian tiada banding, pengetahuan agama yang luas, jiwa lembut dan suci, serta harapan dan tawakal kepada Sang Pencipta adalah ciri khas luar biasa dari pribadi besar ini yang jarang ditemukan pada pemimpin politik mana pun.
Pemerintah Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa atas kehilangan besar ini kepada Qa’im al-Mahdi (semoga jiwa kami dikorbankan untuk beliau), bangsa Iran yang mulia, umat Islam yang agung, dan seluruh kaum merdeka di dunia.
Sebagai bentuk simpati kepada bangsa Iran yang tangguh, pemerintah menetapkan 40 hari berkabung nasional dan 7 hari libur umum.
Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa balasan dan akan menandai babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah suci pemimpin agung ini akan mengalir bagaikan mata air yang bergemuruh dan akan melenyapkan penindasan serta kejahatan Amerika-Zionis.
Kali ini, dengan segala kekuatan dan ketegasan, bersandar pada umat Islam dan kaum merdeka dunia, kami akan membuat para pelaku dan dalang kejahatan besar ini menyesali perbuatannya.
Iran tercinta kita, dengan dukungan kemenangan ilahi, bersatu dan sehati, akan dengan bangga melewati masa sulit ini; sebab Allah senantiasa mengawasi musuh-musuh yang menindas dan menjadi penolong bagi orang-orang beriman serta kaum tertindas.





