Khamenei Tewas atau Hidup? Trump Klaim Pemimpin Iran Tewas Dalam Serangan 30 Bom Israel

Aa1nhzon
Aa1nhzon

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Diklaim oleh Trump, Tapi Iran Menyangkal

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, telah meninggal dunia akibat serangan udara yang menargetkan kediamannya. Klaim ini disampaikan oleh Trump melalui unggahan di platform media sosial Truth Social. Informasi tersebut menjadi perhatian global, karena mengguncang stabilitas geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Trump menyatakan bahwa operasi intelijen yang dilakukan oleh AS dan Israel berjalan dengan koordinasi erat. Ia menegaskan bahwa Khamenei telah lama menjadi target pemantauan. “Bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang dapat dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan,” tulis Trump dalam unggahannya.

Selain itu, Trump juga memicu reaksi dengan mengajak rakyat Iran untuk bertindak setelah kabar kematian pemimpin mereka. Ia menyebut bahwa banyak dari anggota IRGC (Garda Revolusi Iran), militer, dan pasukan keamanan lainnya tidak lagi ingin berperang dan mencari kekebalan dari AS.

Keyakinan Israel: Kompleks Khamenei Rata dengan Tanah

Sebelum pernyataan Trump, Israel telah menyatakan keyakinan bahwa Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara besar-besaran yang menargetkan kompleks kediamannya. Sumber-sumber yang terlibat dalam operasi tersebut mengungkapkan kepada Wall Street Journal bahwa Israel sangat yakin Khamenei tidak selamat dari serangan tersebut.

Menurut sumber yang menerima pengarahan langsung, pasukan Israel menjatuhkan sedikitnya 30 bom ke kompleks kediaman Khamenei. Serangan tersebut dilaporkan menghancurkan seluruh bangunan hingga rata dengan tanah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengonfirmasi bahwa pasukan Israel telah menghancurkan kompleks milik pemimpin tertinggi Iran itu.

Bantahan Keras dari Teheran

Di tengah klaim Amerika Serikat dan Israel, Iran justru melontarkan bantahan tegas. Pemerintah Iran menolak kabar bahwa Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal dunia. Pejabat humas di kantor pemimpin tertinggi Iran menuduh Israel sengaja menyebarkan propaganda untuk mengguncang psikologis publik.

“Musuh menggunakan perang mental, semua orang harus waspada,” kata pejabat humas tersebut, dikutip dari The Guardian. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Iran menilai isu kematian Khamenei sebagai bagian dari operasi psikologis dalam konflik yang semakin memanas.

Menteri Luar Negeri Iran: Khamenei Masih Hidup

Bantahan juga datang langsung dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam wawancara dengan NBC News dari Teheran, Araghchi menegaskan bahwa pemimpin tertinggi Iran masih hidup dan dalam kondisi baik. Ia menyebut bahwa bukan hanya Khamenei, para pejabat tinggi Iran lainnya juga tetap berada dalam keadaan selamat.

Ketegangan yang Masih Menggantung

Dengan klaim kematian dari Washington dan Tel Aviv, serta bantahan keras dari Teheran, dunia kini berada dalam situasi penuh ketidakpastian. Informasi yang saling bertabrakan mempertegas bahwa konflik ini bukan hanya berlangsung di medan perang, tetapi juga di ruang narasi dan persepsi global.

Apakah klaim Trump akan terbukti, atau justru bantahan Iran yang benar, masih menunggu satu hal yang hingga kini belum muncul: konfirmasi independen yang tak terbantahkan.

Pos terkait