Khawatir ketinggalan tarawih karena kerja shift? Ini solusi cerdas Buya Yahya untuk pahala maksimal

Aa1xhfak
Aa1xhfak

Ramadan dan Salat Tarawih: Bagaimana Jika Tidak Bisa Berjamaah di Masjid?

Ramadan adalah bulan yang penuh makna bagi umat Muslim. Salah satu ibadah yang menjadi ciri khasnya adalah salat Tarawih, yang biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid. Namun, tidak semua orang bisa mengikuti kegiatan ini karena tuntutan pekerjaan atau jadwal yang tidak memungkinkan.

Bagi mereka yang bekerja dalam sistem shift malam, misalnya, sering kali menghadapi kesulitan dalam menjalankan salat Tarawih. Jam istirahat yang terbatas dan kurangnya fasilitas di tempat kerja membuat banyak orang merasa bingung: apakah salat Tarawih boleh dilakukan sendiri? Atau lebih baik ditinggalkan saja?

Menjawab pertanyaan tersebut, ulama Buya Yahya memberikan penjelasan yang sangat penting. Dalam sebuah sesi tanya jawab, ia menerima pertanyaan dari seorang jamaah yang bekerja dengan sistem shift malam. Penanya ini merasa kewalahan karena jam istirahatnya hanya sampai pukul 10.00 malam, dan tidak ada fasilitas salat Tarawih berjamaah di tempat kerjanya.

Buya Yahya menegaskan bahwa salat Tarawih tetap boleh dilakukan sendiri, meskipun tidak dalam bentuk berjamaah. Ia menekankan bahwa jika memungkinkan, salat berjamaah lebih disarankan karena memiliki keutamaan tersendiri. Namun, jika seseorang tidak bisa mengikuti salat berjamaah karena alasan tertentu, maka ia harus tetap melakukan salat Tarawih sendiri.

“Jika Anda sebisa mungkin lakukan dengan salat berjamaah. Kenapa? Karena salat berjamaah itu lebih ringan. Tapi jika Anda punya pekerjaan yang menyita waktu hingga ketinggalan tarawih berjamaah, jangan sampai ketinggalan tarawih. Lakukan tarawih sendiri,” ujar Buya Yahya dalam tayangan YouTube Al Bahjah TV.

Salat Tarawih di Atas Kendaraan

Bagi mereka yang sering kehabisan waktu di jalan saat pulang kerja, Buya Yahya menyarankan untuk melakukan salat Tarawih di atas kendaraan. Ia menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melakukan salat sunnah di atas kendaraannya (untanya), sehingga hal ini menjadi contoh yang dapat diikuti.

“Kiblatmu adalah kiblat arah kendaraanmu. Cukup duduk di atas kursi, melakukan salat,” jelas Buya Yahya. Tata cara salat Tarawih di atas kendaraan cukup mudah. Jika sedang berada di dalam mobil, kita cukup niat dan takbir sambil duduk. Untuk gerakan ruku’, cukup menundukkan kepala sedikit. Sedangkan untuk sujud, tundukkan kepala lebih rendah daripada saat ruku’.

Lebih lanjut, Buya Yahya juga menyebutkan bahwa ibadah ini bisa dilakukan berjamaah di dalam mobil bersama pasangan. Suami yang menyetir bisa menjadi imam, dan istri di kursi penumpang menjadi makmumnya. Hal ini membuktikan bahwa salat Tarawih bisa dilakukan dengan berbagai cara, selama tetap sesuai dengan ketentuan agama.

Tips agar Tidak Mudah Bosan Saat Salat Sendirian

Bagi yang memilih salat Tarawih sendiri di rumah, Buya Yahya juga memberikan tips agar tidak mudah bosan dan ngantuk. Caranya adalah dengan berpindah-pindah posisi setiap dua rakaat. Misalnya, setelah salat fardu, kita bisa berpindah tempat untuk melanjutkan salat sunnah.

“Setiap tempat yang Anda lewati itu akan menjadi saksi salat Anda,” tutur Buya Yahya. Ia menyarankan untuk salat di berbagai sudut rumah. Bisa dua rakaat menghadap tiang, dua rakaat di ruang tamu, atau bahkan dua rakaat di kamar anak sambil mendoakan mereka. Trik ini dinilai efektif untuk mengusir rasa malas yang sering muncul saat salat sendirian.

Jangan Menunda-Nunda Salat Tarawih

Di akhir penjelasannya, Buya Yahya memperingatkan umat Muslim agar tidak menunda-nunda salat Tarawih dengan alasan ingin dikerjakan sekalian jelang sahur. Ia menegaskan bahwa jika sudah sampai di rumah, berbagai gangguan seperti bantal atau pikiran lain bisa membuat seseorang menunda salat.

“Kalau sudah sampai di rumah itu yang manggil macam-macam, bantalnya manggil… ‘Sudahlah besok aja sebelum sahur’. Akhirnya jam mepet, malah nggak tarawih. Jangan sampai tidak tarawih,” pungkas Buya Yahya.

Pos terkait