Khawatir Terancam, Rumah Lansia di Cirebon Mulai Diperbaiki

Bedah Rumah Lansia Di Kbb
Bedah Rumah Lansia Di Kbb

Rumah Sri Puspitasari Diperbaiki Setelah Viral di Media Sosial

Rumah milik Sri Puspitasari (67), warga Kelurahan Pekalipan, Kota Cirebon, yang sempat viral karena kondisinya yang nyaris ambruk akhirnya mendapat bantuan rehabilitasi dari Polres Cirebon Kota. Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) mulai dikerjakan dengan pembongkaran bagian bangunan yang rapuh dan pembersihan puing-puing.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menyatakan bahwa rumah tersebut menjadi prioritas setelah mendapat perhatian luas masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengerjaan sudah dimulai dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Program rehabilitasi Rutilahu tersebut mulai direalisasikan pada Jumat (27/2/2026). Proses awal dilakukan dengan pembersihan puing-puing dan pembongkaran bagian bangunan yang telah rapuh, sekaligus mengamankan barang-barang milik pemilik rumah untuk dipindahkan sementara.

“Rumah Ibu Sri menjadi prioritas dalam program rehabilitasi karena kondisinya memang memerlukan penanganan segera setelah menjadi perhatian publik,” ujar Eko, Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan respons cepat terhadap kondisi riil warga yang membutuhkan hunian layak. “Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat,” jelas dia.

Eko juga menyampaikan bahwa rumah yang telah selesai direhabilitasi rencananya akan diresmikan secara serentak dalam rangkaian agenda kunjungan pimpinan Kepolisian Republik Indonesia ke wilayah Polda Jawa Barat. “Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian layak,” katanya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menegaskan bahwa rehabilitasi tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi yang berkembang di masyarakat. “Rehabilitasi rumah Ibu Sri adalah tindak lanjut dari informasi yang berkembang dan menjadi bukti bahwa setiap laporan maupun kondisi yang viral akan kami tindaklanjuti secara profesional melalui verifikasi dan langkah nyata,” ujar Aris.

Ia berharap hasil pembangunan nantinya benar-benar memberikan kenyamanan dan perlindungan yang layak bagi Sri dan suaminya. “Harapan kami, setelah selesai dibangun, rumah tersebut dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemiliknya,” ucapnya.

Kondisi Rumah yang Memprihatinkan

Sebelum viral, kondisi rumah Sri Puspitasari ditempati bersama suaminya, Hadiyanto (53), dan merupakan bangunan lama peninggalan orang tua yang terakhir direnovasi pada 1974. Pantauan Tribun di lokasi, Selasa (24/2/2026), rumah tersebut tampak memprihatinkan.

Pagar besi berkarat, cat dinding mengelupas, serta atap berlubang hingga memperlihatkan rangka kayu yang lapuk. Plafon di ruang utama hancur dan menggantung, bahkan beberapa bagian berlubang besar sehingga cahaya matahari bebas menembus ruangan. Di kamar sempit bagian belakang, terpal biru dipasang untuk menahan air hujan agar tidak langsung menetes ke tempat tidur.

“Tahun ’74. He-eh, tahun 1974 (direnovasi),” ujar Sri. Dalam lima tahun terakhir, kondisi bangunan semakin memburuk. “Ya itu, lapuk kayu-kayunya itu, sudah lapuk. Hancur, iya. Benar-benar saya enggak mengerti harus bagaimana,” ucapnya.

Setiap malam, ia dan suaminya hidup dalam rasa cemas. “Takut. Kalau tidur ada bunyi ‘prak-pruk’ gitu tuh, besoknya lihat genting jatuh,” jelas Sri. Saat hujan turun, kecemasan itu semakin menjadi. “Kalau hujan malam nih, ya sudah… pakai terpal,” katanya.

Sri mengaku pernah mengajukan bantuan perbaikan rumah, namun belum ada kepastian. “Pengajuan sudah, katanya ‘Sabar ya’. Enggak tahu kapan, belum ada kabarnya. Penginnya cepat ya, pengin di situ dibetulkan,” ujarnya.

Kini, di usia 67 tahun, Sri hanya berharap bisa tidur nyenyak tanpa dihantui rasa takut. “Enggak nyenyak. Takut, takutnya kerubuhan ya,” ucapnya pelan. Di rumah yang sempat rapuh itu, harapan Sri perlahan mulai dibangun kembali.


Pos terkait