Kiper timnas Indonesia: Clean sheet dan rating terbaik di Liga Belanda, tapi dihujani kritik

Sosok Unai Simon Kiper Athletic Bilbao Asal Timnas Spanyol 1
Sosok Unai Simon Kiper Athletic Bilbao Asal Timnas Spanyol 1

Nasib Maarten Paes di Ajax Amsterdam: Kritik dari Pengamat Sepak Bola

Maarten Paes, kiper Timnas Indonesia yang saat ini memperkuat klub Liga Belanda, Ajax Amsterdam, menghadapi kritik tajam meski tampil apik dalam laga lanjutan Eredivisie. Meski mencatatkan cleansheet dan mendapatkan rating tinggi, performanya dianggap tidak sesuai dengan standar yang diharapkan oleh beberapa pengamat sepak bola.

Performa yang Menonjol Tapi Tetap Dikritik

Pada pertandingan antara Ajax Amsterdam melawan PEC Zwolle pada Minggu, 1 Maret 2026, Maarten Paes menunjukkan penampilan yang cukup baik. Ia berhasil melakukan dua penyelamatan penting yang membantu timnya meraih hasil imbang 0-0. Selain itu, Paes juga menjadi pemain dengan rating terbaik di pertandingan tersebut, yaitu 8.3 menurut SofaScore.

Namun, meskipun tampil gemilang, Paes justru mendapat kritik dari sejumlah pengamat sepak bola. Salah satunya adalah Kenneth Perez, pengamat asal Denmark, yang menyatakan bahwa kiper nomor punggung 1 di Timnas Indonesia tersebut belum memenuhi standar Ajax Amsterdam. Ia bahkan menyebut Paes sebagai “pembuat onar” karena dianggap sering memberi masalah di depan gawang.

Kritik Terkait Umpan yang Lemah

Menurut Kenneth Perez, umpan-umpan yang dilakukan oleh Maarten Paes dinilai lemah dan membahayakan tim. Ia menegaskan bahwa Paes sering kali memainkan umpan yang tidak tepat, sehingga bisa mengancam kestabilan permainan Ajax Amsterdam.

“Pemain seperti dia harus memainkan umpan yang tepat atau tidak sama sekali,” ujar Perez. Ia juga menambahkan bahwa hal tersebut selalu terjadi di Ajax, dan Paes belum pernah menunjukkan performa yang lebih baik sebelumnya.

Selain itu, Perez menyarankan agar Paes menjaga sikap dan berhati-hati dalam bermain untuk Ajax. Menurutnya, kiper seperti Paes seharusnya tidak perlu membangun permainan sebelum bergabung dengan klub besar seperti Ajax.

Kritik Serupa dari Marciano Vink

Pengamat lain, Marciano Vink, juga memberikan kritik serupa terhadap Maarten Paes. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Paes tidak dapat diterima untuk seorang kiper Ajax Amsterdam. Ia menyoroti fakta bahwa Ajax kehilangan penguasaan bola sebanyak 157 kali dalam pertandingan tersebut.

“Rata-rata untuk tim papan bawah di Eredivisie, mereka kehilangan penguasaan bola antara 100 hingga 120 kali,” jelas Vink. Ia juga menyebutkan bahwa NAC, yang bertanding akhir pekan ini, mencatatkan 140 kali kehilangan penguasaan bola.

Kesempatan yang Hampir Berujung Blunder

Meski tampil baik, Maarten Paes nyaris membuat blunder pada menit ke-65. Saat menerima umpan back pass dari rekan setimnya, ia langsung melepaskan tendangan dalam tekanan. Bola yang dipukulnya memantul ke kaki pemain PEC Zwolle, Younes Namli, dan kemudian menuju rekan satu timnya, Koes Kostons.

Beruntung bagi Paes, ia berhasil menyelamatkan situasi tersebut sebelum bola memasuki gawangnya. Peristiwa ini menunjukkan bahwa meski tampil baik, masih ada risiko yang bisa terjadi jika kiper tidak benar-benar waspada.

Pos terkait