Maarten Paes, kiper timnas Indonesia, menghadapi kritik setelah tampil dalam laga melawan PEC Zwolle di markas mereka, Mac3 Park Stadion, pada Minggu (1/3/2026). Ini merupakan pertandingan kedua Paes sejak direkrut oleh Ajax Amsterdam pada bursa Januari.
Pada laga tersebut, Paes mencatatkan clean-sheet atau tidak kebobolan sama sekali. Ia melakukan dua penyelamatan dari dua upaya on target lawan. Selain itu, ia juga berhasil mengamankan tembakan Thijs Oosting dan Tristan Gooijer, pemain keturunan Indonesia.
Namun, ada momen yang membuatnya hampir membuat kesalahan. Pada menit ke-65, Paes menerima umpan pendek dari rekan satu timnya. Setelah mengontrol bola, ia melepaskan tendangan dalam kondisi ditekan striker lawan, Younes Namli. Bola memantul kaki Namli dan mengarah ke Koen Kostons, penyerang PEC Zwolle. Sayangnya, Kostons gagal mengontrol bola dengan baik, sehingga Paes bisa segera mengamankannya dan menebus kesalahannya.
Beberapa pandit sepak bola menilai bahwa performa Paes belum sesuai standar Ajax Amsterdam. Kenneth Perez, mantan kiper timnas U-21 Belanda yang pernah membela Ajax pada 2006-2007 dan 2008, menyebutnya sebagai “pembuat onar”. Menurutnya, Paes masih ragu dalam mengambil keputusan.
“Masalah terbesar mereka di depan gawang terjadi dalam waktu yang lama,” ujarnya. “Dia sering memainkan umpan-umpan yang tidak tepat dan sangat lemah.”
Menurut Perez, para pemain Ajax harus memainkan umpan yang tepat atau tidak sama sekali. Hal ini sering terjadi di Ajax. “Dia belum pernah melakukan ini sebelumnya,” tambahnya. “Paes adalah penjaga gawang yang tidak perlu membangun permainan sebelum bergabung dengan Ajax.”
Selain itu, Marciano Vink, mantan gelandang Ajax, menyampaikan pandangan serupa. Ia menyoroti bahwa Ajax kehilangan penguasaan bola sebanyak 157 kali dalam pertandingan tersebut. “Rata-rata untuk tim papan bawah di Eredivisie, mereka kehilangan penguasaan bola antara 100 hingga 120 kali,” ujarnya. “NAC mencatatkan 140 kali kehilangan penguasaan bola akhir pekan ini.”
Meski demikian, opini para mantan personel Ajax bertolak belakang dengan hasil statistik Maarten Paes secara keseluruhan. Sofascore memberinya nilai 8,3, yang terbaik dari semua pemain dalam pertandingan tersebut.
Paes mencatatkan dua penyelamatan, satu kali sapuan, serta 32 dari 41 operannya akurat (78%). Jumlah penyelamatannya bahkan lebih banyak saat menjalani debut kontra NEC pekan lalu. Meskipun timnya kebobolan satu gol (1-1), Paes mementahkan 7 dari 8 percobaan lawan. Dalam laga kontra NEC, ia diganjar nilai penampilan 7,8 oleh portal statistik yang sama.
Berikut beberapa catatan penting tentang performa Maarten Paes:
- Penyelamatan: 2 dari 2 upaya on target lawan
- Operan akurat: 32 dari 41 (78%)
- Sapuan: 1 kali
- Nilai Sofascore: 8,3
- Kehilangan penguasaan bola: 157 kali
- Total penyelamatan dalam debut: 7 dari 8 percobaan lawan
- Nilai penampilan saat bermain kontra NEC: 7,8
Performa Paes menjadi sorotan karena perbedaan antara penilaian para pandit dan data statistik. Meskipun ada kritik terhadap gaya permainannya, Paes tetap menunjukkan kemampuan yang cukup baik sebagai kiper.





