Kisah Anggi, Penjual Mi Ayam Dikhianati Influencer dan Diusir Saat Minta Uang Endorse

601bc3d6926f9 Kisah Penjual Mi Ayam Yang Terdampak Covid 19 1265 711 1
601bc3d6926f9 Kisah Penjual Mi Ayam Yang Terdampak Covid 19 1265 711 1

Pengalaman Buruk Pedagang Mi Ayam Bakso yang Dicurangi oleh Influencer Makanan

Seorang pedagang mi ayam bakso bernama Anggi Pamungkas (26) mengalami pengalaman tidak menyenangkan setelah ditipu oleh seorang influencer makanan di media sosial. Anggi, yang menjual produknya di Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merasa kecewa karena uang sebesar Rp 1 juta yang ia bayarkan untuk endorse tidak digunakan dengan baik.

Awalnya, Anggi dan istrinya ingin mempromosikan grand opening usaha mereka. Ia kemudian menghubungi PS, seorang influencer yang memiliki banyak pengikut di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Komunikasi awal antara keduanya berjalan lancar. PS menawarkan tarif promosi sebesar Rp 15 juta, namun Anggi mencoba menawar hingga akhirnya sepakat pada harga Rp 1 juta.

Dalam kesepakatan tersebut, PS dijadwalkan hadir saat grand opening pada 29 Januari 2026. Ia juga berjanji akan mengunggah konten promosi di akun TikTok miliknya pada hari yang sama. Pada awalnya, segala proses berjalan tanpa kendala. Namun, konten promosi yang dijanjikan tidak kunjung tayang.

Pada malam setelah kunjungan, Anggi melihat unggahan lain muncul di akun influencer tersebut. “Tapi setelah visit, malamnya dia malah up kontennya yang banjir. Sedangkan endorsement kita itu malah dilupain,” ujar Anggi.

PS kemudian memberi alasan bahwa dirinya sedang sakit dan tidak dapat mengunggah konten. Ia juga menawarkan pengembalian dana, namun hingga kini uang tersebut belum dikembalikan. Anggi mengaku telah lima kali mendatangi rumah yang bersangkutan, tetapi akhirnya diusir oleh keluarga PS.

Proses Mediasi yang Dilakukan oleh Polisi

Meski belum ada laporan resmi yang masuk ke polisi, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Jerico Lavian Chandra mengatakan bahwa pihak kepolisian berencana mempertemukan para korban dengan terduga pelaku untuk mediasi. Rencananya, pertemuan ini akan dilakukan hari Senin berdasarkan permintaan dari para korban.

Anggi mengungkapkan bahwa ia merasa tidak nyaman karena tidak ada tindakan konkret yang dilakukan oleh pihak terkait. Ia berharap kasus ini bisa segera diselesaikan secara adil.

Langkah yang Diambil Oleh Anggi

Setelah beberapa kali gagal mendapatkan respons dari PS, Anggi memutuskan untuk mengambil langkah lebih lanjut. Ia mencoba menghubungi PS melalui pesan langsung atau direct message (DM) ke akun Instagram yang bersangkutan. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons yang diterima.

Kasus ini menjadi peringatan bagi para pengusaha kecil yang ingin mempromosikan usahanya melalui influencer. Meski banyak manfaat yang bisa diperoleh, penting untuk selalu berhati-hati dan memastikan kesepakatan yang jelas serta transparan.

Tips untuk Pengusaha yang Ingin Menggunakan Influencer

  • Pastikan adanya kontrak tertulis yang mengatur hak dan kewajiban kedua belah pihak.
  • Lakukan verifikasi terhadap jumlah pengikut dan engagement dari influencer.
  • Jangan ragu untuk menawar harga sesuai dengan anggaran yang tersedia.
  • Jaga komunikasi yang baik dan jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman.
  • Jika terjadi ketidakpuasan, segera ambil tindakan yang tepat, seperti melaporkan ke pihak berwajib.


Pos terkait