Kisah Iqbal, Mahasiswa Jambi, tentang Serangan Iran vs AS-Israel di Timur Tengah

Aa1xkbij
Aa1xkbij

Kondisi Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah Akibat Konflik Iran-Israel

Serangan rudal yang terjadi antara Iran dan Amerika-Israel beberapa hari terakhir telah berdampak pada kondisi masyarakat di kawasan Timur Tengah, termasuk mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di wilayah tersebut. Salah satu mahasiswa asal Jambi, Rahmat Iqbal, yang saat ini berada di Madinah, Arab Saudi, memberikan informasi terkini mengenai situasi yang terjadi.

Rahmat Iqbal, seorang mahasiswa dari Kerinci, Jambi, yang kuliah di Al-Azhar Kairo, Mesir, menjelaskan bahwa situasi di kawasan Timur Tengah saat ini sedang memanas dan belum stabil. Meski berada di Arab Saudi, yang tidak dilintasi jalur serangan langsung, ia menyebutkan bahwa dampak konflik tetap terasa, terutama pada sektor penerbangan umrah yang mengalami pembatalan dan pengalihan jadwal.

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa rekan-rekannya yang sedang menempuh pendidikan di Iran merasakan dampak langsung dari serangan tersebut. Dari komunikasi yang dilakukan, rekan-rekannya di Teheran sempat melihat rudal yang melintas dan mengarah ke Israel. Kondisi di ibu kota Iran itu dinilai mencekam dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa maupun warga setempat.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan tentang warga negara Indonesia menjadi korban. Informasi yang diperoleh Iqbal menyebutkan bahwa KBRI di Teheran telah bersiaga dan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk kemungkinan evakuasi jika situasi semakin memburuk.

Mahasiswa Jambi tersebar di sejumlah negara Timur Tengah seperti Mesir, Yaman, Sudan, Arab Saudi, dan Turki. Sejauh ini, belum ada informasi bahwa mahasiswa asal Jambi berada di titik konflik langsung.

Iqbal berharap konflik segera berakhir agar stabilitas kawasan kembali pulih dan aktivitas pendidikan mahasiswa Indonesia di luar negeri tidak terganggu. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Tribun Jambi:

Assalamualaikum Bang Iqbal, selamat siang. Saat ini Anda berada di Madinah, Arab Saudi. Bagaimana kondisi di sana?

Rahmat Iqbal:

Waalaikumsalam, selamat siang Tribuners. Saat ini saya berada di Madinah. Secara umum situasi di sini relatif kondusif, meski kawasan Timur Tengah sedang dalam kondisi memanas akibat konflik Iran dan Israel.

Tribun Jambi:

Apakah konflik tersebut berdampak langsung terhadap Arab Saudi?

Rahmat Iqbal:

Dampaknya tetap ada, terutama di sektor penerbangan umrah. Sejumlah penerbangan dibatalkan dan sebagian dialihkan sebagai langkah antisipasi.

Tribun Jambi:

Bagaimana dengan kondisi keamanan di kota-kota besar seperti Riyadh dan Jeddah?

Rahmat Iqbal:

Di Riyadh sudah ada imbauan kewaspadaan kepada masyarakat. Bahkan terdapat kemungkinan evakuasi jika situasi memburuk. Di Jeddah dilaporkan ada pangkalan militer Amerika Serikat yang menjadi salah satu target serangan Iran di kawasan.

Tribun Jambi:

Apakah di Madinah terlihat aktivitas militer seperti rudal atau pesawat tempur?

Rahmat Iqbal:

Tidak. Kami di Madinah tidak menyaksikan langsung rudal atau pesawat tempur karena jalur serangan lebih banyak melintasi wilayah Syam seperti Yordania dan Lebanon, bukan Mesir atau Arab Saudi.

Tribun Jambi:

Bagaimana dengan warga Jambi di wilayah konflik, apakah ada yang berada di Iran?

Rahmat Iqbal:

Sejauh koordinasi dengan teman-teman IDM Jambi, belum ada informasi warga Jambi yang berada di titik konflik langsung seperti Iran.

Tribun Jambi:

Apakah Bang Iqbal memiliki rekan yang sedang berada di Iran?

Rahmat Iqbal:

Ada beberapa rekan yang sedang belajar di Iran dan kami terus berkomunikasi untuk memantau kondisi mereka.

Tribun Jambi:

Bagaimana kondisi mereka saat ini?

Rahmat Iqbal:

Mereka menyampaikan situasi di Teheran cukup mencekam dan sempat melihat langsung rudal yang diluncurkan. Namun, sejauh ini tidak ada laporan WNI menjadi korban.

Tribun Jambi:

Apakah ada langkah antisipasi dari pemerintah Indonesia?

Rahmat Iqbal:

KBRI di Teheran sudah bergerak dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk kemungkinan evakuasi WNI jika diperlukan.

Tribun Jambi:

Berapa banyak mahasiswa Indonesia di Iran?

Rahmat Iqbal:

Jumlahnya tidak terlalu banyak, tetapi ada dan tergabung dalam PPI Iran. Secara umum mahasiswa Indonesia di kawasan Timur Tengah tersebar di sekitar 17 negara.

Tribun Jambi:

Bang Iqbal sendiri berasal dari mana dan sejak kapan belajar di luar negeri?

Rahmat Iqbal:

Saya berasal dari Kerinci, Jambi, dan berangkat menempuh studi ke Al-Azhar Mesir pada 2016-2017. Saat ini saya berada di Madinah karena masa libur dan juga menjalankan aktivitas sebagai pemandu.

Tribun Jambi:

Apakah masyarakat di Madinah merasa panik?

Rahmat Iqbal:

Tidak terlalu panik karena jaraknya cukup jauh dari pusat konflik. Kekhawatiran lebih terasa di sektor penerbangan, khususnya maskapai dari negara-negara Teluk.

Tribun Jambi:

Bagaimana kondisi jemaah umrah saat ini?

Rahmat Iqbal:

Jemaah umrah masih dapat menjalankan ibadah dengan relatif lancar dan belum ada pengumuman resmi penghentian total penerbangan langsung ke Arab Saudi.

Tribun Jambi:

Apa harapan Bang Iqbal terkait konflik ini?

Rahmat Iqbal:

Saya berharap konflik segera berakhir agar stabilitas politik dan ekonomi kawasan kembali pulih karena dampaknya sangat luas, termasuk terhadap ekonomi global dan diaspora Indonesia.

Tribun Jambi:

Ada pesan untuk mahasiswa Indonesia di wilayah rawan konflik?

Rahmat Iqbal:

Pesan saya agar selalu menjaga komunikasi dengan KBRI, PPI, dan keluarga di Indonesia. Komunikasi sangat penting agar keluarga tidak khawatir dan informasi resmi bisa segera diterima.

Pos terkait