Dampak Konflik Iran dan Israel pada Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah
Ketegangan yang terjadi antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel tidak hanya berdampak pada wilayah Timur Tengah, tetapi juga dirasakan oleh warga negara Indonesia yang tinggal di kawasan tersebut. Salah satu contohnya adalah mahasiswa asal Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, yang saat ini sedang menempuh studi di Arab Saudi. Mereka merasakan dampak konflik melalui informasi yang diterima dari rekan-rekan mereka di Iran.
Rahmat Iqbal, seorang mahasiswa asal Jambi yang saat ini berada di Madinah, mengungkapkan bahwa ia intens berkomunikasi dengan teman-temannya yang tinggal dan menempuh studi di Iran. Dari komunikasi tersebut, ia mendapatkan gambaran tentang situasi yang semakin memanas, terutama di ibu kota Teheran.
Menurut Rahmat, suasana di Teheran terasa mencekam. Aktivitas masyarakat terganggu dan rasa khawatir meningkat seiring eskalasi konflik. Bahkan, beberapa mahasiswa Indonesia mengaku sempat melihat langsung peluncuran rudal yang melintas, terutama yang diarahkan ke wilayah Israel.
“Temannya di Iran bilang situasinya menegangkan. Warga dan mahasiswa merasakan langsung dampak konflik. Mereka tetap berusaha tenang, tapi kekhawatiran jelas terasa,” ujar Rahmat saat dihubungi, Minggu (1/3/2026) malam WIB.
Kondisi di Arab Saudi dan Wilayah Lainnya
Tribun Jambi: Assalamualaikum Bang Iqbal, selamat siang. Saat ini Anda berada di Madinah, Arab Saudi. Bagaimana kondisi di sana?
Rahmat Iqbal: Waalaikumsalam, selamat siang Tribuners. Saat ini saya berada di Madinah. Secara umum situasi di sini relatif kondusif, meski kawasan Timur Tengah sedang dalam kondisi memanas akibat konflik Iran dan Israel.
Tribun Jambi: Apakah konflik tersebut berdampak langsung terhadap Arab Saudi?
Rahmat Iqbal: Dampaknya tetap ada, terutama di sektor penerbangan umrah. Sejumlah penerbangan dibatalkan dan sebagian dialihkan sebagai langkah antisipasi.
Tribun Jambi: Bagaimana dengan kondisi keamanan di kota-kota besar seperti Riyadh dan Jeddah?
Rahmat Iqbal: Di Riyadh sudah ada imbauan kewaspadaan kepada masyarakat. Bahkan terdapat kemungkinan evakuasi jika situasi memburuk. Di Jeddah dilaporkan ada pangkalan militer Amerika Serikat yang menjadi salah satu target serangan Iran di kawasan.
Tribun Jambi: Apakah di Madinah terlihat aktivitas militer seperti rudal atau pesawat tempur?
Rahmat Iqbal: Tidak. Kami di Madinah tidak menyaksikan langsung rudal atau pesawat tempur karena jalur serangan lebih banyak melintasi wilayah Syam seperti Yordania dan Lebanon, bukan Mesir atau Arab Saudi.
Informasi tentang Warga Jambi di Wilayah Konflik
Tribun Jambi: Bagaimana dengan warga Jambi di wilayah konflik, apakah ada yang berada di Iran?
Rahmat Iqbal: Sejauh koordinasi dengan teman-teman IDM Jambi, belum ada informasi warga Jambi yang berada di titik konflik langsung seperti Iran.
Tribun Jambi: Apakah Bang Iqbal memiliki rekan yang sedang berada di Iran?
Rahmat Iqbal: Ada beberapa rekan yang sedang belajar di Iran dan kami terus berkomunikasi untuk memantau kondisi mereka.
Tribun Jambi: Bagaimana kondisi mereka saat ini?
Rahmat Iqbal: Mereka menyampaikan situasi di Teheran cukup mencekam dan sempat melihat langsung rudal yang diluncurkan. Namun, sejauh ini tidak ada laporan WNI menjadi korban.
Langkah Antisipasi dari Pemerintah dan Kondisi Mahasiswa Indonesia
Tribun Jambi: Apakah ada langkah antisipasi dari pemerintah Indonesia?
Rahmat Iqbal: KBRI di Teheran sudah bergerak dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk kemungkinan evakuasi WNI jika diperlukan.
Tribun Jambi: Berapa banyak mahasiswa Indonesia di Iran?
Rahmat Iqbal: Jumlahnya tidak terlalu banyak, tetapi ada dan tergabung dalam PPI Iran. Secara umum mahasiswa Indonesia di kawasan Timur Tengah tersebar di sekitar 17 negara.
Pengalaman dan Harapan
Tribun Jambi: Bang Iqbal sendiri berasal dari mana dan sejak kapan belajar di luar negeri?
Rahmat Iqbal: Saya berasal dari Kerinci, Jambi, dan berangkat menempuh studi ke Al-Azhar Mesir pada 2016-2017. Saat ini saya berada di Madinah karena masa libur dan juga menjalankan aktivitas sebagai pemandu.
Tribun Jambi: Apakah masyarakat di Madinah merasa panik?
Rahmat Iqbal: Tidak terlalu panik karena jaraknya cukup jauh dari pusat konflik. Kekhawatiran lebih terasa di sektor penerbangan, khususnya maskapai dari negara-negara Teluk.
Tribun Jambi: Bagaimana kondisi jemaah umrah saat ini?
Rahmat Iqbal: Jemaah umrah masih dapat menjalankan ibadah dengan relatif lancar dan belum ada pengumuman resmi penghentian total penerbangan langsung ke Arab Saudi.
Tribun Jambi: Apa harapan Bang Iqbal terkait konflik ini?
Rahmat Iqbal: Saya berharap konflik segera berakhir agar stabilitas politik dan ekonomi kawasan kembali pulih karena dampaknya sangat luas, termasuk terhadap ekonomi global dan diaspora Indonesia.
Tribun Jambi: Ada pesan untuk mahasiswa Indonesia di wilayah rawan konflik?
Rahmat Iqbal: Pesan saya agar selalu menjaga komunikasi dengan KBRI, PPI, dan keluarga di Indonesia. Komunikasi sangat penting agar keluarga tidak khawatir dan informasi resmi bisa segera diterima.
Demikian wawancara bersama Rahmat Iqbal, mahasiswa asal Jambi yang saat ini berada di Madinah, Timur Tengah.





