Kisah Jemaah Balikpapan di Tanah Suci Saat Perang Membara, Keluarga di Rumah Khawatir

Jemaah Haji Balikpapan Diterbangkan Sore Ini 2
Jemaah Haji Balikpapan Diterbangkan Sore Ini 2

Kondisi Jemaah Umrah Asal Balikpapan di Tanah Suci

Jemaah umrah asal Balikpapan yang sedang menjalankan ibadah di Madinah dan Mekkah memastikan kondisi mereka dalam keadaan aman meskipun terjadi ketegangan antara Iran, AS, dan Israel. Meski situasi politik di kawasan Timur Tengah memanas, jemaah tetap fokus pada ibadah tanpa terganggu oleh pemberitaan yang beredar.

Sebanyak 58.873 jemaah Indonesia masih berada di Arab Saudi akibat penutupan sejumlah penerbangan, meskipun Bandara Jeddah dilaporkan tetap beroperasi normal. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Balikpapan dan Kaltim mengimbau penundaan keberangkatan umrah sementara waktu untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi.

Pengalaman Jemaah Umrah di Madinah

Rosandi, salah satu jemaah asal Balikpapan yang sedang menjalankan ibadah di Madinah, menyampaikan bahwa dirinya bersama sekitar 20 warga Balikpapan lainnya dalam kondisi baik dan tetap menjalankan ibadah dengan khusyuk. Ia mengatakan bahwa kekhawatiran lebih dirasakan oleh keluarga di Balikpapan setelah melihat berbagai informasi yang beredar. “Kalau kami di sini tetap tenang dan fokus beribadah,” ujarnya.

Ia juga memastikan aktivitas ibadah di Madinah tetap berjalan normal dan para jemaah dari berbagai negara masih menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa terpengaruh isu yang berkembang. Rosandi berharap masyarakat Balikpapan juga mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Perasaan Waswas di Mekkah

Adib Satria Negara, warga Balikpapan yang tengah menunaikan ibadah umrah di Mekkah, mengaku sempat merasakan kekhawatiran ketika kabar eskalasi konflik ramai diberitakan. Namun, ia menegaskan situasi di Mekkah maupun Madinah tetap kondusif. Aktivitas ibadah berjalan normal dan jemaah tetap memadati Masjidil Haram seperti biasa.

“Rasa waspada itu ada, tapi tidak sampai mengalahkan keyakinan. Justru ketika berada di Tanah Suci, hati terasa lebih tenang. Kami tetap mengikuti arahan petugas dan menjaga diri dengan baik,” ungkapnya.

Imbauan Penundaan Keberangkatan

Beberapa bandara di Timur Tengah sempat menutup penerbangan sehingga sejumlah jemaah asal Indonesia terlantar di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Situasi perang Amerika Serikat–Israel versus Iran juga berdampak pada sejumlah jadwal keberangkatan umrah dari Indonesia.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Balikpapan, Suharto Baijuri, mengimbau para penyelenggara travel umrah di Kota Beriman untuk menunda keberangkatan jemaah ke Arab Saudi sementara waktu. Ia menjelaskan, imbauan tersebut mengacu pada edaran Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) terkait kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Meski begitu, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kemenhaj RI. Sampai saat ini belum ada laporan resmi mengenai gangguan penerbangan maupun keterlambatan kepulangan.

Situasi di Arab Saudi

Perang Iran versus AS–Israel yang pecah Sabtu (28/2) memunculkan kekhawatiran akan situasi di Timur Tengah, khususnya Arab Saudi. Dilaporkan, sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menyebut penutupan sejumlah penerbangan menjadi penyebab utama.

Konjen RI Jeddah Yusron B Ambary memastikan situasi masih terpantau aman. “Kondisi di wilayah kerja KJRI Jeddah, di Provinsi Ashir, Provinsi Makkah, dan Provinsi Tabuk, termasuk Kota Suci Makkah dan Madinah, masih terpantau relatif aman,” kata Yusron.

Dampak pada Ibadah Haji 2026

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai memicu kekhawatiran terhadap kelancaran ibadah ke Tanah Suci. Kemenhaj Kalimantan Timur mencermati secara serius potensi dampak situasi tersebut, mengingat waktu keberangkatan yang kian dekat.

Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim, Mohlis Hasan, mengungkapkan bahwa meskipun persiapan terus berjalan, faktor keamanan di kawasan konflik menjadi perhatian utama. Apalagi, hitung mundur menuju pelaksanaan rukun Islam kelima semakin dekat.

“Saat ini proses haji tinggal sekitar 54 hari lagi. Jika konflik ini berkepanjangan, tentu akan menjadi perhatian serius,” ujar Mohlis.

Ancaman Kemananan di Ruang Udara

Ancaman keamanan di ruang udara internasional memaksa otoritas terkait mengeluarkan imbauan penundaan demi keselamatan jemaah. Mohlis menyebut kebijakan tersebut mengikuti arahan pusat terkait evaluasi jadwal maskapai akibat konflik Iran.

“Kuncinya adalah keselamatan. Seluruh jemaah umrah di Indonesia diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari maskapai penerbangan maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU),” ujarnya.

Penundaan sangat Disarankan

Penundaan sangat disarankan bagi masyarakat yang telah merencanakan perjalanan hingga kondisi benar-benar aman. Mohlis menambahkan, pemerintah terus memantau situasi karena potensi gangguan keamanan jalur penerbangan menjadi pertimbangan utama, terutama dengan penggunaan teknologi perang jarak jauh dalam konflik saat ini.




Pos terkait