Kisah Jemaah Umroh Sambas yang Pulang Sehari Sebelum Perang Timur Tengah Meletus

Jemaah Umrah 28maret 1
Jemaah Umrah 28maret 1

Pendamping Travel Umroh Hamdallah Ula Mengungkap Kondisi Terkini

Nasrullah, pendamping travel umroh Hamdallah Ula, menceritakan pengalaman kepulangannya ke Tanah Air bersama 49 jemaah umroh. Mereka tiba di Sambas, Kalimantan Barat, sehari sebelum perang antara Amerika Serikat dan Iran meletus pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Kepulangan Nasrullah dari Tanah Suci pada 27 Februari 2026 merupakan keberangkatan terakhirnya bersama travel umroh Hamdallah Ula. Pihaknya masih belum memiliki jadwal perjalanan hingga musim setelah haji.

“Kami baru sampai kemarin tanggal 27 Februari 2026, itu perjalanan penutup kami hingga Ramadan. Ada belum ada jadwal lagi dalam waktu dekat. Jadwal mungkin nanti setelah musim haji sekitar Juli 2026,” ujar Nasrullah.

Menurut informasi yang diberikan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi, saat ini kondisi bandara sedang dalam keadaan lockdown. Hal ini menyebabkan beberapa jemaah umroh masih berada di Mekah dan menunggu kejelasan untuk kembali ke Tanah Air.



KJRI telah memberi imbauan kepada seluruh WNI yang berada di Arab Saudi terkait kondisi bandara yang sedang lockdown. Sehingga sebagian jemaah umroh masih menunggu kejelasan terbang untuk kembali ke Tanah Air.”

Nasrullah menjelaskan bahwa keberangkatan umroh akan kembali digelar setelah musim haji 2026, namun masih tergantung pada situasi perkembangan perang di Timur Tengah.

“Setelah musim haji, tapi lihat dulu perkembangan di Timur Tengah lah. Setelah musim haji Bulan Dzulhijah nanti sekitar bulan 7 lah. Nanti pihak kita ini masih menunggu kondisi melihat keamanannya,” tegasnya.

Dia menambahkan bahwa travel umroh Hamdallah Ula belum memiliki jadwal keberangkatan dalam waktu dekat.

“Untuk jamaah travel Hamdallah Ulla saat ini belum ada jadwal keberangkatan dalam waktu dekat. Alhamdulillah sudah selesai. Paling nanti awal musim lah setelah musim haji. Lihat kondisi lah. Kondisi perkembangan,” katanya.

Nasrullah juga mengungkapkan bahwa keberangkatan umroh akan kembali digelar setelah musim haji 2026, namun masih tergantung pada situasi perkembangan perang di Timur Tengah.

“Kondisi perkembangan keamanan disini. Artinya dalam waktu dekat belum ada rencana mendampingi jamaah untuk umroh. Memang jadwal kita pun sudah habis juga kan untuk yang musim itu,” ungkapnya.



Dalam situasi seperti ini, para jemaah umroh dan pendampingnya harus tetap waspada dan mematuhi imbauan dari otoritas setempat. Kondisi keamanan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan umroh.

Pendamping travel umroh Hamdallah Ula mengingatkan bahwa situasi di Arab Saudi masih sangat dinamis. Oleh karena itu, para jemaah diimbau untuk tetap memperhatikan informasi terbaru dari KJRI dan pihak travel umroh.



Selain itu, Nasrullah juga mengatakan bahwa keberangkatan umroh akan kembali dilakukan setelah situasi di Timur Tengah stabil. Namun, hal tersebut masih bergantung pada perkembangan situasi secara keseluruhan.

Dengan adanya lockdown di bandara dan ketidakpastian situasi di wilayah tersebut, banyak jemaah umroh yang masih menunggu kejelasan untuk kembali ke Tanah Air. Nasrullah berharap agar situasi dapat segera pulih sehingga perjalanan umroh bisa kembali dilaksanakan dengan lancar.

Pos terkait