Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Momen-Momen Bersejarah
Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau sekitar April tahun 571 Masehi. Ayahnya, Abdullah, meninggal dunia saat Nabi masih dalam kandungan. Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi dari rahim Siti Aminah binti Wahab. Kejadian ini dipenuhi dengan tanda-tanda keistimewaan dan keajaiban.
Para penyair zaman itu menggambarkan suasana kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan penuh keindahan. Mereka menyebutkan bahwa semesta bersinar menyambut kelahiran Nabi yang mulia. Kegembiraan menyelimuti seluruh jagat raya. Burung-burung berkicau riang menyambut Baginda. Tidak ada yang mampu menandingi cahaya terang yang memancar dari kelahiran Nabi.
Sebagai pertanda risalah sebelum menjadi nabi, kelahiran Muhammad juga ditandai dengan sejumlah mukjizat atau peristiwa di luar akal manusia. Kitab-kitab Sirah Nabawi seperti Zad al-Ma’ad karya Ibnu Qayyim, Raudhatul Unf karya Ibnu Hisyam, serta Rahiq al-Makhtum karya Safyurrahman al-Mubarakfuri, mencatat bahwa cahaya terang muncul bersamaan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bahkan, ada yang menyebutkan bahwa sinarnya terlihat hingga ke negeri Syam.
Kehilangan Ibu Saat Usia Enam Tahun
Siti Aminah adalah istri yang setia. Dia sering berziarah ke makam suaminya yang berada di Yatsrib (sekarang Madinah). Aminah yang tinggal di Mekkah rela menempuh perjalanan sejauh 500 km untuk berziarah ke makam suaminya. Pada usia enam tahun, Muhammad menemani ibunya untuk berziarah. Di Yatsrib, mereka tinggal selama satu bulan.
Setelah itu, mereka memutuskan kembali ke Mekkah. Namun, dalam perjalanan antara Mekkah dan Madinah, Siti Aminah meninggal dunia karena sakit. Muhammad kecil pun menjadi yatim piatu pada usia enam tahun. Setelah itu, dia diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Pada usia delapan tahun, kakek Muhammad juga wafat. Selanjutnya, dia diasuh pamannya, Abu Thalib.
Keberkahan Nabi Muhammad SAW Sejak Kecil

Sejak kecil, Nabi Muhammad SAW sudah diliputi sejumlah keberkahan. Bahkan, keberkahan tersebut juga dirasakan orang-orang sekitarnya. Dikisahkan Nizar Abazhah dalam bukunya berjudul “Sahabat-sahabat Rasulullah”, ada dua keberkahan Nabi Muhammad SAW saat masih kecil.
Pertama, cerita Halimah as-Sa’diyah dan suaminya bersama rombongan menawarkan jasa menyusui. Saat itu, kondisi sedang musim paceklik dan terjadi kekeringan. Ketika itu, hanya Halimah yang tidak mendapatkan tawaran menyusui. Namun, ada tawaran untuk menyusui Muhammad. Kala itu, Halimah ragu karena Muhammad adalah seorang yatim, dia khawatir tidak ada yang memberinya upah.
Pada akhirnya, Halimah tetap menerima Muhammad karena tak menerima anak lain. Hati Halimah kemudian berubah dan berharap mendapat berkah dari menyusui anak yatim. Keberkahan pun muncul, ASI Halimah menjadi penuh, sehingga Muhammad menyusu hingga tertidur. Unta Halimah juga mendadak penuh dengan susu, keledai yang dinaiki Halimah juga dapat berlari kencang hingga bisa tiba paling cepat di Bani Sa’d yang merupakan daerah Halimah.
Halimah juga mendapat kepercayaan untuk menggembala kambing. Di bawah gembala Halimah, kambing-kambing menjadi gemuk dan susunya banyak.
Berkah di Keluarga Pamannya

Abu Thalib menjadi paman asuh bagi Muhammad setelah kakeknya wafat. Abu Thalib memiliki sejumlah anak. Kondisi ekonominya bisa dibilang sederhana. Sebelum ada Muhammad, Abu Thalib kadang kekurangan dalam memberikan makan untuk anak-anaknya.
Namun, ketika ada Muhammad, makanan mereka menjadi cukup. Oleh karenanya, Abu Thalib dan istri sering menunggu Muhammad untuk makan agar anak-anaknya tak kekurangan. Selain itu, Abu Thalib juga sering meminta Muhammad kecil untuk meminum susu terlebih dahulu. Sebab, bila Muhammad minum terlebih dulu, maka susu tersebut akan cukup diminum oleh anak-anaknya hingga puas.
Kisah Nabi Ishak, Bapaknya Nabi-Nabi Bani Israil
Kisah Nabi Musa Sakit Gigi dan Hikmah di Baliknya





