Dampak Perang AS-Israel terhadap Warga Indonesia di Qatar
Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menimbulkan ancaman dari Iran telah menyebabkan ketidakstabilan di kawasan Teluk. Salah satu negara yang terkena dampaknya adalah Qatar, yang menjadi tempat tinggal bagi warga negara Indonesia seperti Dahnia Ishak.
Dahnia Ishak, seorang warga negara Indonesia yang telah 11 tahun tinggal di Qatar, mengungkapkan bahwa situasi di kawasan tersebut masih memprihatinkan hingga pagi ini. Meski serangan Iran tidak ditujukan langsung kepada penduduk Qatar, getaran ledakan bom sempat terasa hingga ke rumahnya.
“Per pagi ini masih ada serangan dari Iran. Ini hari kedua kami work from home. Anak-anak juga sekolah secara online,” ujar Dahnia saat diwawancarai Tribun Sumsel, Senin (2/3/2026). Ia menjelaskan bahwa pemerintah setempat mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di luar rumah kecuali untuk keperluan mendesak.
Meski situasi memprihatinkan, aktivitas ekonomi masyarakat di Qatar masih berjalan normal. Supermarket tetap beroperasi, bahkan beberapa buka selama 24 jam. Tidak terlihat adanya aksi panic buying, dan ketersediaan bahan pokok dinyatakan aman. Layanan belanja, baik offline maupun online, tetap berlangsung seperti biasa.
Namun, dampak psikologis dari ketegangan tersebut terasa jelas, terutama bagi anak-anak. Dahnia mengungkapkan bahwa getaran bom sempat terasa hingga ke rumahnya. “Getaran bom sampai ke rumah, jendela bergetar. Anak-anak panik kalau ada suara ledakan, langsung lari memanggil saya,” katanya.
Dahnia memiliki tiga anak yang seluruhnya lahir di Qatar. Dua di antaranya sudah mulai memahami situasi yang sedang terjadi. Ia berusaha memberikan pemahaman bahwa selama berada di rumah mereka insyaAllah aman, serta mengajak anak-anak tetap tenang dan membaca doa perlindungan.
Sesekali, ia juga mengajak anak-anak menonton berita untuk mengetahui perkembangan situasi. Dahnia menjelaskan bahwa target serangan bukanlah warga Qatar, melainkan fasilitas yang berkaitan dengan Amerika Serikat, seperti pangkalan militer AS, yang lokasinya jauh dari tempat tinggal mereka.
“Alhamdulillah semua jauh dari tempat tinggal kami. Hanya getarannya saja yang terasa,” tuturnya. Dahnia sendiri merupakan seorang guru di sekolah internasional di Qatar. Di tengah ketidakpastian situasi kawasan, ia berharap kondisi segera membaik agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa bayang-bayang konflik.
Kondisi Masyarakat di Qatar
-
Aktivitas Ekonomi:
Supermarket tetap beroperasi, bahkan beberapa buka selama 24 jam.
Tidak terlihat adanya aksi panic buying, dan ketersediaan bahan pokok dinyatakan aman.
Layanan belanja, baik offline maupun online, tetap berlangsung seperti biasa. -
Kondisi Psikologis:
Getaran bom sempat terasa hingga ke rumah Dahnia.
Anak-anak panik jika mendengar suara ledakan.
Dahnia berusaha memberikan pemahaman bahwa mereka aman dan mengajak anak-anak tetap tenang. -
Pemahaman Situasi:
Target serangan Iran bukanlah warga Qatar, melainkan fasilitas militer AS.
Lokasi serangan jauh dari tempat tinggal Dahnia, hanya getarannya saja yang terasa.





