Kisah Zaskia Adya Mecca saat hampir tewas dalam perang Israel vs Iran

F1fe8dbc56456488def6fa9542cc5496a Gal200516  12  Ok 1
F1fe8dbc56456488def6fa9542cc5496a Gal200516 12 Ok 1

Pengalaman Menegangkan Zaskia Adya Mecca Saat Berada di Masjid Al Aqsa

Artis ternama Zaskia Adya Mecca mengungkapkan pengalaman menegangkannya saat berada di Masjid Al Aqsa, Palestina. Ia mengaku hampir kehilangan nyawa akibat serangan rudal dari Iran yang menargetkan tentara Israel di sekitar tempat ibadah tersebut. Pengalaman ini terjadi ketika ia berkunjung bersama rombongan tour guide.

Menurut Zaskia, situasi saat itu sangat kacau. Tentara Israel panik dan berlarian ke segala penjuru, sementara tour guide tetap tenang dan menjelaskan situasi kepada para tamu. Ia bahkan menyebut bahwa dirinya sempat hampir terkena reruntuhan dari rudal Iran yang meledak.

“Pernah ku di Aqsa merasakan serangan rudal balasan dari Iran. IDF (tentara Israel) pada panik lari ke sana sini, tour guide kita tetap anteng menjelaskan,” tulis Zaskia dalam unggahan Instagramnya.

Pengalaman tersebut membuat Zaskia merasa puas dengan tindakan Iran. Ia bahkan berharap agar Iran melancarkan serangan sebanyak-banyaknya terhadap pihak Israel. Ia juga menyuarakan harapan akan kemerdekaan Palestina dan ingin agar negara tersebut segera bebas dari penjajahan Israel.

Lebih lanjut, Zaskia mengaku siap jika suatu saat ia gugur dalam situasi seperti itu. “Ga perlu takut kalau kita sedang berada ditempat terbaik. Malah langsung bisa ambil barisan pejuang terdepan,” tulisnya.

Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Di sisi lain, terdapat kabar mengenai kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Ia tewas dalam operasi militer Epic Fury yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kematian Khamenei melalui Truth Social.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan geng preman haus darahnya,” tulis Trump.

Ia menilai kematian Khamenei menjadi kesempatan bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara dari kekuasaannya. Pemimpin baru Iran akan ditentukan oleh 88 anggota Majelis Ahli, dengan dua skenario yang mungkin terjadi. Pertama, Ali Khamenei sudah memberikan empat nama penerusnya sebelum kematiannya. Skenario lainnya adalah adanya empat orang yang akan memimpin sementara hingga pemimpin baru terpilih.

Serangan Israel ke Iran

Serangan Israel terhadap Iran terus berlanjut, sehingga tujuh kota di Iran terdampak. Kota-kota yang terkena serangan antara lain Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, serta dua wilayah tambahan yaitu Lorestan dan Tabriz. Suara ledakan keras terdengar di beberapa titik strategis, sementara kepulan asap tebal terlihat dari lokasi yang diduga terkena dampak serangan.

Infrastruktur jalan dan fasilitas penting dilaporkan rusak, meski otoritas Iran belum merinci tingkat kerusakan maupun jumlah korban. Televisi pemerintah Iran juga menayangkan gambar asap hitam pekat dari area terdampak. Situasi di lapangan digambarkan mencekam, dengan aparat keamanan dan tim darurat bergerak cepat mengamankan lokasi serangan.

Keterlibatan Amerika Serikat dalam Operasi Militer

Presiden AS, Donald Trump, secara terbuka mengonfirmasi keterlibatan militer AS dalam operasi militer tersebut. Ia menyampaikan pernyataan melalui video yang diunggah di media sosial. Trump menyebut operasi tersebut sebagai langkah militer besar untuk menghilangkan ancaman terhadap Amerika Serikat.

“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman dari rezim Iran,” ujar Trump.

Pernyataan ini menegaskan keterlibatan langsung Washington dalam konflik yang sebelumnya dipandang sebagai operasi militer Israel semata. Konfirmasi tersebut menandai babak baru dalam ketegangan geopolitik antara AS, Israel, dan Iran, serta meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Serangan Balasan Iran

Balasan serangan Iran membuat Israel cukup khawatir dan memerintahkan warganya untuk masuk bunker. Raungan sirine yang mengingatkan warga Israel terus dinyalakan. Serangan Israel membuat amarah Iran dan semakin membuat panas Timur Tengah.

Israel juga menetapkan siaga 1 bagi warganya atas serangan balasan Iran. Langit Israel mendadak berubah menjadi zona kecemasan setelah serangan rudal ke Iran. Suara raungan sirene tanda bahaya membelah kesunyian di berbagai kota, memaksa jutaan warga meninggalkan aktivitas mereka dan bergegas masuk ke dalam bunker perlindungan.

Situasi di Timur Tengah kini berada di titik nadir setelah militer Israel meluncurkan serangkaian rudal pencegahan untuk menghalau potensi serangan masif dari Iran. Langkah drastis ini diambil sebagai upaya proaktif pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mematahkan serangan balasan Teheran yang diprediksi akan segera menghujam jantung pemukiman sipil.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi bahwa aktivasi sistem pertahanan ini adalah bagian dari strategi “payung udara”. “Peluncuran rudal pencegahan dilakukan sebagai strategi ‘payung udara’ untuk menetralisir ancaman sebelum memasuki zona pemukiman sipil,” tegas Katz, menggambarkan betapa kritisnya ancaman keamanan yang dihadapi saat ini.


Pos terkait