KMP Pulau Sabu dan KMP Sirung Terdampar Akibat Cuaca Buruk di Alak

KMP Pulau Sabu dan KMP Sirung Karam di Perairan Alak, Kota Kupang

Pada Senin (2/3/2026) sore, dua kapal milik pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu KMP Pulau Sabu dan KMP Sirung, dilaporkan karam di perairan Alak, tepat di samping Wisma Alak, Kota Kupang. Kejadian ini terjadi setelah cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut sejak siang hari.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut. Aparat kepolisian dan pihak terkait masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan akibat kondisi cuaca dan arus laut yang masih cukup kuat.

Latar Belakang Kapal

KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu sebelumnya merupakan aset milik perusahaan daerah PT Flobamor. Namun, sejak Oktober 2025, kepemilikan dan pengelolaan kedua kapal tersebut telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Perhubungan Provinsi NTT.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kedua kapal terlihat terdampar dalam posisi miring, tidak jauh dari garis pantai. Cuaca buruk yang melanda wilayah Kota Kupang diduga menjadi penyebab utama kapal hanyut hingga akhirnya karam.

Pengakuan Warga dan Petugas

Salah satu warga, Naris, pekerja gudang di Nunbaun yang berada di lokasi kejadian, mengatakan bahwa sejak pukul 13.00 Wita, kapal sudah terlihat berada di tengah laut antara Kupang dan Semau. “Kapalnya awalnya masih di tengah laut antara Kupang dengan Semau itu sudah dari jam 1, tapi setelah hujan dengan angin deras kapal pelan-pelan menuju pesisir pantai dan karam sekitar pukul 15.00 Wita,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu petugas Pol Air yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa pihaknya segera turun melakukan pengecekan begitu menerima informasi kejadian tersebut. “Kami datang cek kalau ada korban atau orang di atas kapal untuk evakuasi, tapi tidak ada orang di kapal. Jadi kami hanya memantau dan membuat laporan ke atasan,” jelasnya.

Menurut petugas tersebut, kapal memang sudah lama berlabuh di sekitar Pelabuhan Hansisi, Semau. “Kapalnya sudah lama berlabuh di dekat Pelabuhan Hansisi Semau, kayaknya kapal sudah rusak soalnya tidak pernah jalan,” tambahnya.

Aktivitas di Lokasi

Terpantau di lokasi, pantai Alak dipadati warga yang datang untuk menyaksikan langsung kondisi kapal yang karam. Banyak warga tampak mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam. Mereka juga memberikan komentar dan berdiskusi tentang kejadian yang terjadi.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Dinas Perhubungan Provinsi NTT terkait penyebab pasti maupun langkah penanganan terhadap kedua kapal tersebut. Pihak berwenang masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut untuk menentukan tindakan yang akan diambil.

Kondisi Cuaca dan Arus Laut

Cuaca buruk yang melanda wilayah Kota Kupang sejak siang hari diduga menjadi faktor utama dalam kejadian ini. Angin kencang yang disertai arus laut deras memicu kapal-kapal tersebut hanyut dan akhirnya karam. Pihak berwenang tetap memantau kondisi cuaca dan arus laut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dengan adanya kejadian ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan menghindari area yang rawan bahaya. Selain itu, pihak otoritas juga diminta untuk segera mengambil langkah-langkah preventif guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.


Pos terkait