Fenomena Pesanan Pizza sebagai Indikator Kekhawatiran Militer
Sebuah fenomena unik yang muncul di media sosial baru-baru ini menarik perhatian publik. Viralnya laporan dari akun X (dulu dikenal sebagai Twitter) bernama Pentagon Pizza Report tentang lonjakan pesanan pizza dari kawasan Pentagon menjelang intervensi militer AS memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan. Ternyata, indikator aneh ini sudah menjadi cerita yang terkenal sejak tahun 1980-an.
Lonjakan Pesanan Pizza di Pentagon
Pada tanggal 26 Februari 2026, dua hari sebelum serangan ke Iran, akun @PenPizzaReport mencatat adanya lonjakan pesanan pizza dari Pentagon. Gerai-gerai makanan yang berlokasi dekat gedung angkatan bersenjata Amerika Serikat mengalami peningkatan pesanan yang signifikan. Pada Jumat (27/2/2026), pesanan pizza melonjak tajam pada jam 14.42 waktu setempat. Tingginya permintaan ini masih terus berlangsung hingga menjelang malam.
Pada Sabtu (28/2/2026), gerai pizza bernama Pizzato Pizza juga mencatat lonjakan pesanan jelang serangan AS ke Iran. Laporan dari Google Maps menunjukkan bahwa Pizzato Pizza ramai dengan pesanan di jam 01.00 dini hari. Tak lama kemudian, serangan AS ke Iran terjadi pada jam 01.15 dini hari.
Sejarah Anekdot Pesanan Pizza
Indeks pesanan pizza ini bukanlah hal baru. Sejak awal tahun 1980-an, anekdot ini telah populer di kalangan jurnalis dan pengantar pizza lokal di Washington DC. Mereka mulai melaporkan volume pesanan larut malam yang luar biasa pada malam-malam menjelang intervensi militer AS.
Salah satu contoh paling awal berasal dari Frank Meeks, pemilik waralaba Domino’s Pizza yang berlokasi di dekat Pentagon. Ia mengamati peningkatan pesanan dua kali lipat pada malam sebelum Operasi Urgent Fury di Grenada, yaitu 25 Oktober 1983.
Pola serupa terulang pada Desember 1989, tepat sebelum Operasi Just Cause di Panama. Pengantaran pizza di tiga restoran pizza meningkat tiga kali lipat. Pada awal Januari 1991, sebelum Operasi Badai Gurun, pesanan pizza kembali melonjak di gerai-gerai yang melayani distrik Pentagon.
Pizza sebagai Prediktor Krisis
Selain situasi militer, pesanan pizza juga melonjak ketika Amerika Serikat menghadapi krisis dalam negeri. Pada Desember 1998, saat gejolak politik seputar pemakzulan Presiden Clinton, restoran pizza di Washington DC melaporkan penjualan larut malam yang memecahkan rekor. Seorang manajer waralaba mencatat bahwa pengiriman ke kantor-kantor di dekat Gedung Putih melonjak 250 persen di atas normal.
Banyak jurnalis lokal kini mempercayai bahwa “periksa berapa pesanan pizzanya” bisa menjadi indikator untuk mengetahui momen krusial menjelang krisis.
Kasus Terbaru: Konflik AS-Israel dengan Iran
Peningkatan pesanan pizza kembali tercatat ketika konflik AS-Israel dengan Iran memanas. Pada 13 April 2024, peningkatan pesanan pizza yang luar biasa terjadi, tidak hanya dari Pentagon tetapi juga dari Gedung Putih. Tanggal ini menandai peluncuran pesawat nirawak oleh Iran ke wilayah Israel.

Teori ini cepat menjadi meme, dengan pengguna X memposting tangkapan layar dari Google Maps yang menunjukkan aktivitas waktu nyata di gerai pizza, khususnya di Papa John’s di Washington DC. Pada Juni 2025, gerai Domino’s Pizza terdekat dari Pentagon mengalami peningkatan jumlah pengunjung di jelang waktu tutup. Beberapa jam kemudian, ketegangan meningkat antara Israel dan Iran, dan perang 12 hari antara AS-Israel dengan Iran berlangsung.
Apakah Pizza Bisa Memprediksi Perang?
Meskipun tidak ada korelasi pasti yang terbukti, fenomena ini tetap menarik. Para pegawai Pentagon mungkin harus bekerja tanpa bisa meninggalkan meja kerja saat momen krusial, dan pizza bisa menjadi pilihan untuk mengisi perut mereka. Namun, ini bukanlah indikator geopolitik yang dapat diandalkan.





