Kolaborasi BP Batam dan swasta tingkatkan ekonomi melalui UMKM dan event

Img 20240425 Wa0050
Img 20240425 Wa0050

Festival Lampion Nagoya Berdampak Positif pada Ekonomi Mikro

Festival Lampion Nagoya yang digelar pada 13 hingga 17 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat setempat. Acara ini menjadi salah satu inisiatif yang diinisiasi oleh BP Batam dan Nagoya Citywalk untuk membangkitkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Hasil survei yang dilakukan oleh Pusat Kajian Daya Saing ASEAN dan Politeknik Batam menunjukkan bahwa jumlah pengunjung dalam lima hari festival mencapai 6.000 orang. Dari angka tersebut, omzet yang dihasilkan mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Angka ini diperoleh melalui studi pengukuran multiplier effect, data omzet per UMKM yang terjual, serta diekstrapolasi dengan jumlah pengunjung.

Dengan adanya kegiatan ini, kawasan Nagoya menjadi indikator konkret kebangkitan ekonomi yang terjadi di wilayah tersebut. Selain itu, acara ini juga menjadi akselerasi dalam implementasi Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya.

Peran BP Batam dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Walikota Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa kebangkitan Nagoya merupakan bagian dari strategi penguatan pusat perdagangan dan jasa Kota Batam. Menurutnya, Nagoya adalah episentrum perdagangan Kota Batam. Ketika ruang publiknya hidup dan tertata, maka efek berantainya akan terasa terhadap UMKM, sektor jasa, hingga pariwisata.

“Ini adalah arah pembangunan kawasan yang terintegrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya model kolaborasi dalam pengembangan kawasan. Ia menegaskan bahwa BP Batam akan terus berkomitmen dalam mendukung UMKM di Kota Batam.

“Pertumbuhan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Revitalisasi Jalan Raya Nagoya

Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa revitalisasi Jalan Raya Nagoya merupakan bagian dari agenda besar pembangunan New Nagoya dalam kerangka WPP Prioritas. Penataan ini meliputi peningkatan kualitas jalan, pedestrian, tata pencahayaan, konektivitas antar-blok komersial, hingga integrasi fungsi perdagangan dan hiburan.

“WPP Prioritas New Nagoya dirancang untuk mentransformasi kawasan ini menjadi pusat perdagangan dan gaya hidup yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing internasional,” ujarnya.

Peran Swasta dalam Pengembangan Kawasan

Owner Nagoya Citywalk, Suhendro, menyatakan kesiapan pihak swasta menjadi mitra strategis dalam mendukung implementasi WPP. Hal ini terlihat dari suksesnya gelaran Night Party Nagoya Lantern Festival.

“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa Nagoya memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata. Kami siap berkolaborasi untuk pengembangan jangka panjang kawasan,” ungkapnya.

Festival Bukan Hanya Sekadar Perayaan Imlek

Night Party Nagoya Lantern Festival bukan hanya sekadar perayaan Tahun Baru Imlek 2577. Namun juga bagian dari strategi aktivasi ruang publik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan.

Festival ini menghadirkan instalasi lampion tematik, atraksi barongsai dan lion dance, fashion show spesial Imlek, serta bazaar UMKM yang melibatkan 30 tenant dalam radius ±200 meter. Selama lima hari, seluruh tenant mencatatkan penjualan yang selalu habis setiap malamnya.

Pada puncak acara, 16 Februari 2026, tercatat sekitar 1.584 pengunjung masuk melalui gerbang utama, dengan estimasi total kunjungan mencapai ±2.500 orang per malam. Pengunjung ini berasal dari dalam dan luar Kota Batam, termasuk turis mancanegara seperti Singapore, Malaysia, Brunei, dan negara lainnya.

Angka kunjungan ini juga menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas ekonomi di kawasan Nagoya, yang sebelumnya mengalami perlambatan pascapandemi Covid-19. Kebangkitan Nagoya juga menjadi simbol transformasi Batam menuju kota perdagangan, jasa, dan investasi yang semakin kompetitif di tingkat regional.

Pos terkait