Kolaborasi Geely-Renault Luncurkan Teknologi Hybrid Baru

Aa1wipmv
Aa1wipmv

Perkembangan Teknologi Hybrid di Industri Otomotif

Industri otomotif global saat ini sedang mengalami pergeseran menuju elektrifikasi, namun prosesnya tidak berlangsung seragam di seluruh dunia. Infrastruktur pengisian daya, kesiapan energi, serta karakteristik pasar membuat kendaraan bermesin pembakaran internal masih memegang peranan penting, terutama dalam masa transisi menuju nol emisi.

Melihat kondisi tersebut, Horse Powertrain sebagai perusahaan hasil kolaborasi Geely, Renault Group, dan Aramco, memperkenalkan konsep sistem hybrid generasi baru yang menitikberatkan efisiensi sekaligus keberlanjutan. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan konsumsi bahan bakar, tetapi juga dirancang kompatibel dengan bensin berbasis sumber terbarukan.

Dirancang untuk Bahan Bakar Terbarukan



Sistem hybrid ini menggunakan mesin berkode H12 yang dikembangkan bersama perusahaan energi Repsol. Fokus utamanya bukan sekadar efisiensi, melainkan kemampuan beroperasi menggunakan bahan bakar sintetis atau bensin dari sumber terbarukan secara penuh. Pendekatan tersebut memungkinkan kendaraan tetap menggunakan mesin pembakaran internal dengan dampak lingkungan yang jauh lebih rendah.

Berdasarkan perhitungan perusahaan, penggunaan sistem ini pada kendaraan ukuran menengah dapat mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 1,77 ton per tahun dibanding mobil bensin konvensional dengan jarak tempuh 12.500 kilometer per tahun.

Efisiensi Termal Tinggi dan Konsumsi Sangat Rendah



Mesin H12 mencatat efisiensi termal maksimum sebesar 44,2 persen, angka yang tergolong tinggi untuk mesin pembakaran modern. Pada pengujian standar WLTP, konsumsi bahan bakar berada di bawah 3,3 liter per 100 kilometer, sekitar 40 persen lebih hemat dibanding rata-rata kendaraan baru di Eropa tahun 2023.

Pencapaian tersebut diperoleh melalui berbagai pengembangan teknis, termasuk rasio kompresi tinggi 17:1, sistem exhaust gas recirculation generasi baru, turbocharger yang dioptimalkan, serta kalibrasi transmisi khusus untuk sistem hybrid. Kombinasi teknologi ini meningkatkan efisiensi pembakaran sekaligus memaksimalkan pemulihan energi selama berkendara.

Diposisikan sebagai Solusi Masa Transisi



Horse Powertrain menilai elektrifikasi penuh tidak akan terjadi secara instan. Perbedaan kondisi geografis dan kesiapan energi di berbagai negara membuat solusi transisi tetap diperlukan dalam jangka menengah. Karena itu, sistem hybrid berkemampuan bahan bakar terbarukan diposisikan sebagai jembatan antara kendaraan konvensional dan kendaraan listrik murni.

Perusahaan menyatakan prototipe mesin telah selesai diuji, dan kendaraan demonstrator pertama dijadwalkan diperkenalkan pada awal 2026. Dengan inovasi ini, Horse Powertrain berupaya memberikan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pasar yang beragam di seluruh dunia.

Pos terkait