Kolaborasi Pemkab Berau dan YKAN Tingkatkan Ekonomi Warga

Aa1xkw10 1
Aa1xkw10 1



kaltim.

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam memperkuat ekonomi masyarakat lokal melalui pelestarian ekosistem pesisir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan mangrove sebagai rumah bagi perikanan, sehingga dapat meningkatkan budidaya ikan tambak. Hasil dari budidaya tersebut kemudian diolah menjadi makanan ringan atau lauk makan berupa abon. Dengan demikian, selain petambak bisa meningkatkan produksi, pelaku UMKM yang didominasi oleh kaum perempuan juga mendapatkan pasokan bahan baku yang berkelanjutan.

“Wilayah pesisir Kabupaten Berau memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, terutama ekosistem mangrove yang berperan penting sebagai pelindung pesisir sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Berau Muhammad Said, Senin (2/3).

Dia menegaskan bahwa pentingnya peran perempuan pesisir dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pendekatan ini menggabungkan antara kepentingan ekonomi masyarakat pesisir dan kelestarian lingkungan.

Menurut Said, mangrove memiliki peran yang sangat strategis. Tidak hanya sebagai pelindung ekosistem pesisir dari abrasi dan perubahan iklim, tetapi juga sebagai penopang kehidupan dan sumber ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan mangrove.

“Pemkab Berau sangat mendukung inisiatif yang dilakukan YKAN dalam mendorong ekonomi pesisir berbasis sumber daya lokal, terutama yang melibatkan kelompok perempuan dan UMKM,” tegas Said.

Salah satu kegiatan kerja sama dengan YKAN adalah pelatihan yang dikemas dalam ‘Mangrove to Market-Pelatihan Holistik Kelompok Perempuan untuk Penguatan Kelembagaan, Produksi, dan Literasi Keuangan’.

Said menambahkan bahwa melalui pendekapan Mangrove to Market, masyarakat tidak hanya memahami pentingnya konservasi mangrove, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis dalam mengembangkan usaha berbasis mangrove secara berkelanjutan.

Sementara itu, Manajer Senior Ekonomi Biru YKAN Kiki Anggraini menyatakan bahwa penguatan kapasitas kelompok perempuan merupakan kunci dalam membangun ekonomi pesisir yang tangguh sekaligus menjaga kelestarian ekosistem. Pendekatan Mangrove to Market bertujuan agar pemanfaatan sumber daya alam berjalan seiring dengan upaya konservasi.

“Ketika kelompok perempuan memiliki kapasitas kelembagaan yang kuat, produksi yang berkualitas, dan pengelolaan keuangan yang baik, maka usaha yang dibangun akan lebih berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga dan lingkungan,” ujar Kiki.

Inisiatif yang Dilakukan

Berikut beberapa inisiatif yang dilakukan oleh Pemkab Berau bersama YKAN:
* Pelatihan holistik untuk kelompok perempuan dalam penguatan kelembagaan, produksi, dan literasi keuangan.
* Pengembangan usaha berbasis mangrove yang berkelanjutan.
* Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi mangrove.
* Pemberdayaan pelaku UMKM, terutama perempuan, dengan akses bahan baku yang stabil dan berkualitas.

Manfaat yang Diperoleh

Beberapa manfaat yang diperoleh dari program ini antara lain:
* Meningkatkan produksi ikan tambak melalui pemanfaatan mangrove.
* Menyediakan bahan baku yang berkelanjutan untuk UMKM.
* Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlindungan ekosistem pesisir.
* Membuka peluang usaha baru yang berbasis sumber daya alam lokal.

Program ini juga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan adanya penguatan kapasitas kelompok perempuan, mereka tidak hanya mampu mengelola usaha secara mandiri, tetapi juga turut serta menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Dalam rangka memastikan keberlanjutan program ini, Pemkab Berau dan YKAN terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan metode pelatihan. Hal ini bertujuan agar semua pihak terlibat dalam proses pembangunan ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pos terkait