Indonesia Berupaya Menjadi Pemain Utama dalam Rantai Pasok Teknologi Global
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa Indonesia kini berada di posisi penting sebagai pemain strategis dalam rantai pasok teknologi global. Negara ini tidak lagi hanya sebatas pengekspor bahan mentah, tetapi ingin mengambil peran yang lebih besar dalam industri semikonduktor dan kecerdasan artifisial (AI).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wamen Nezar saat memberikan pidato kunci dalam forum India–Indonesia Critical Mineral Conference di Jakarta Selatan. Ia menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia harus dimanfaatkan sebagai dasar untuk membangun industri teknologi masa depan.
“Kami tidak hanya ingin menjual materi kepada Anda, tetapi juga membangun kerangka kerja mineral penting berbasis teknologi,” tegasnya. Hal ini sekaligus menunjukkan arah baru kebijakan Indonesia dalam memperkuat kemitraan strategis dengan India.
Pemerintah Indonesia melihat bahwa India telah berhasil mempercepat pertumbuhan ekosistem teknologinya melalui program Make in India. Nezar juga menyampaikan rasa terkesannya atas kemajuan teknologi yang ia lihat langsung saat menghadiri AI Impact Summit di negara tersebut pekan lalu.
Ia menyoroti transformasi industri yang dipicu oleh inisiatif Make in India, termasuk langkah Tata Group dalam membangun pusat data berbasis AI serta inovasi jaringan yang memungkinkan akses ke superkomputer melalui desktop.
“India tidak hanya berpartisipasi dalam masa depan tetapi juga sedang membangunnya,” ujarnya.
Tiga Fokus Kerja Sama Indonesia–India
Sebagai langkah konkret, pemerintah menawarkan tiga fokus utama dalam kerja sama Indonesia–India. Pertama adalah membangun fasilitas pemrosesan mineral menjadi material berkualitas elektronik melalui investasi bersama di Indonesia.
Kedua, pemerintah menekankan pentingnya investasi pada sumber daya manusia, termasuk transfer pengetahuan dan pengembangan talenta insinyur semikonduktor.
Ketiga, membangun koridor ketahanan rantai pasok dengan menghubungkan sumber daya Indonesia dan manufaktur India untuk menciptakan rantai pasok yang tangguh dan efisien.
Dengan fokus-fokus ini, Indonesia berupaya untuk meningkatkan perannya dalam industri teknologi global, bukan hanya sebagai bagian dari rantai pasok, tetapi juga sebagai pelaku utama yang mampu memberikan nilai tambah melalui inovasi dan kolaborasi lintas batas.





