jatim. Surabaya – Dengan pengalaman yang luas di berbagai organisasi olahraga, Korina Kartika Sari, lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Surabaya periode mendatang.
Saat ini, Korina menjabat sebagai Bendahara KORMI Kota Surabaya. Ia memiliki visi yang jelas untuk menjadikan organisasi tersebut sebagai pusat olahraga masyarakat yang inklusif, berprestasi, dan berkelanjutan.
“Saya ingin membawa semangat baru, memajukan olahraga masyarakat yang sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045 serta Gerakan Indonesia Aktif yang dicanangkan oleh KORMINAS,” ujar Korina dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3).
Korina berkomitmen untuk memperluas akses dan partisipasi olahraga secara inklusif. Visi utamanya adalah menjadikan KORMI Kota Surabaya sebagai wadah yang mampu mencetak generasi sehat, produktif, dan berkarakter.
“Saya berharap KORMI tidak hanya menjadi wadah, tetapi juga rumah bersama bagi seluruh Induk Organisasi Olahraga Masyarakat serta komunitas olahraga,” katanya.
Untuk mewujudkan visinya, Korina merancang lima program unggulan yang difokuskan pada pendekatan akademisi, digitalisasi, dan kajian teknis seperti pemetaan dan Pengembangan Induk Organisasi Olahraga masyarakat (Inorga) berbasis Data.
- Pemetaan menyeluruh terhadap seluruh Inorga di Surabaya beserta analisis kebutuhan sarana dan potensi penggiat sebagai dasar kebijakan.
- Kajian teknis bersama akademisi, berkolaborasi dengan kalangan akademisi maupun lintas sektor, untuk menyusun kajian terkait kenaikan nilai penghargaan dan pengembangan Training Centre (TC), termasuk analisis sebaran potensi penggiat.
- Digitalisasi Administrasi KORMI serta Penguatan Regenerasi dan Pembinaan Atlet Muda dengan program pelatihan dan sosialisasi untuk meningkatkan kualitas SDM penggiat olahraga.
“Olahraga masyarakat bukan hanya tentang kebugaran, tetapi juga membangun ekosistem sosial yang kuat. Setiap warga Surabaya, dari berbagai latar belakang, harus memiliki akses dan ruang untuk berprestasi melalui olahraga,” kata Korina.
Dengan kombinasi pengalaman organisasi, semangat kewirausahaan, dan pendekatan akademis, ia optimistis dapat membawa KORMI Surabaya menjadi lebih progresif.
“Sebanyak 80 persen pengurus KORMI berasal dari Inorga, sehingga kita bisa memaksimalkan kreativitas dan ide dari komunitas untuk kemajuan bersama,” pungkas Korina.





