Komunikasi Intensif Disnaker Jembrana dengan BP3MI, Seluruh LPK Diminta Pantau

Img 20230927 Wa0031 1
Img 20230927 Wa0031 1

Pemantauan dan Tindakan Pencegahan terhadap PMI Jembrana di Wilayah Konflik

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana masih belum menerima laporan adanya pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, Bali, yang terdampak oleh serangan Iran pasca konfrontasi antara AS dan Israel. Meski demikian, pihak terkait memutuskan untuk menunda sementara keberangkatan atau transit PMI yang akan melintasi negara-negara yang terdampak konflik. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan warga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, PMI asal Jembrana bekerja di sejumlah negara yang terkena dampak konflik tersebut, seperti Uni Emirat Arab (UAE), Yordania, Kuwait, Manama, dan lainnya. Mereka yang berada di daerah konflik telah diimbau untuk selalu waspada, memperhatikan keselamatan diri, serta mematuhi imbauan dari aparat setempat. Selain itu, penting bagi para PMI untuk menghindari lokasi kejadian dan area yang berpotensi terdampak.

Bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dalam kondisi darurat, dapat menghubungi hotline KBRI masing-masing di negara tersebut agar segera mendapatkan pertolongan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan tentang adanya PMI Jembrana yang terdampak konflik di Timur Tengah. Ia menekankan bahwa pihaknya sedang intens berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) serta pengelola Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di seluruh Jembrana untuk memantau kondisi PMI yang ditempatkan di wilayah konflik.

“Kami juga meminta agar menunda sementara PMI yang akan berangkat atau transit di negara terdampak hingga adanya imbauan lebih lanjut dari KBRI dan BP3MI Bali,” tambahnya.

Dalam konteks yang sama, Mirah menyebutkan bahwa ada sejumlah PMI Jembrana yang rencananya akan berangkat namun ditunda sementara. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Informasi sementara, ada yang akan berangkat ke Bulgaria dan Dubai. Namun masih pending menunggu pengumuman resmi dari KBRI dan UEA. Yang jelas, mereka yang hendak menuju maupun bakal transit di daerah terdampak kita upayakan tunda sementara,” jelasnya.

Langkah-Langkah yang Diambil untuk Melindungi PMI

  • Pemantauan Berkala: Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi PMI yang bekerja di wilayah terdampak.
  • Koordinasi dengan Instansi Terkait: Pihak dinas bekerja sama dengan BP3MI dan LPK untuk memastikan semua PMI tetap aman.
  • Penundaan Keberangkatan: PMI yang akan berangkat atau transit ke negara terdampak sementara ditunda hingga ada pengumuman resmi.
  • Imbauan Keselamatan: PMI diimbau untuk selalu waspada, menghindari area rawan, dan mematuhi aturan setempat.
  • Akses ke Hotline KBRI: WNI yang dalam kondisi darurat dapat menghubungi hotline KBRI masing-masing untuk mendapatkan bantuan.


Pos terkait