LONDON – Kematian Pemimpin Tertinggi Republik Islam Ayatollah Ali Khamenei diumumkan oleh sejumlah komunitas Yahudi dan Iran di London. Perayaan spontan terjadi di beberapa bagian kota, dengan masyarakat yang menunjukkan rasa syukur atas berita tersebut.
Mobil-mobil yang dihiasi bendera monarki Iran melaju sambil membunyikan musik meriah dan klakson di jalan-jalan bagian utara London tak lama setelah kabar kematian sang imam tersiar pada Sabtu (28/2) malam. Di beberapa kantong populasi Yahudi, seperti Finchley dan Golden Green, terlihat pertunjukan kembang api dan anggota komunitas Ortodoks bernyanyi dalam bahasa Persia.
Meir Porat, seorang manajer konstruksi berusia 55 tahun, mengatakan kepada The Times of Israel bahwa ia baru saja selesai makan malam di London ketika mendengar bahwa Khamenei dilaporkan telah meninggal. Ia menyebutkan bahwa dalam beberapa menit, kabar tentang perayaan spontan di London utara menyebar. Ia mengungkapkan bahwa ia tidak bisa hanya menonton dari kejauhan.
Porat sangat terharu melihat warga Iran yang mengenakan Bintang Daud biru-putih Israel bersama dengan bendera mereka sendiri. Ia menambahkan bahwa sejak 7 Oktober, banyak warga Iran di pengasingan telah berdiri bersama mereka di demonstrasi di seluruh London.
E. Ghorbani, seorang warga keturunan Iran, mengatakan bahwa dirinya dan banyak rekan senegaranya telah bertemu setiap minggu di pusat kota London selama berbulan-bulan untuk mendukung oposisi terhadap rezim Republik Islam. Mereka menuntut agar pemerintah Inggris menambahkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris terlarang.
Ghorbani mengatakan kepada The Times of Israel bahwa dia dan beberapa anggota keluarganya telah dipenjara di Iran, dan salah satu dari mereka bahkan telah dibunuh oleh rezim tersebut, meskipun ia tidak memberikan detail lebih lanjut. Ia menyebutkan bahwa ia selalu berusaha sebaik mungkin untuk mendukung kelompok oposisi yang benar. Ia percaya saat ini hanya ada satu, yaitu Pangeran Reza Pahlavi, putra sulung Shah Mohammad Reza Pahlavi yang digulingkan, yang sekarang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat.
Sebelumnya, diberitakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang usianya mendekati 87 tahun tewas akibat serangan udara secara brutal oleh gabungan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Imam Syiah bernama Ali Hosseini Khamenei itu telah menjadi salah satu figur penting dalam lanskap politik Iran sejak kejatuhan Syah Mohammad Reza Pahlavi pada 1979.
Sebagai pemimpin Iran, Imam Khamenei tidak terlepas dari kontroversi. Banyak yang memujanya, tetapi tak sedikit pula yang membenci, bahkan menghujatnya.





