Tantangan Pariwisata Sleman di Tengah Penurunan Kunjungan Wisatawan
Kabupaten Sleman, yang dikenal dengan keindahan alam dan budaya yang kaya, saat ini sedang menghadapi tantangan dalam sektor pariwisata. Berdasarkan data sementara, jumlah kunjungan wisata di awal tahun 2026 tidak sebanyak bulan sebelumnya maupun periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi perekonomian masyarakat yang lesu dan curah hujan tinggi.
Data Pergerakan Wisatawan di Januari 2026
Berdasarkan data sementara, jumlah pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman pada Januari 2026 mencapai 664.053 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar atau sebesar 98,53 persen berasal dari wisatawan nusantara, yaitu sekitar 654.279 orang.
Penurunan jumlah kunjungan terlihat jelas jika dibandingkan dengan Desember 2025, yang mencapai 1.002.946 pergerakan wisatawan. Jumlah ini menunjukkan penurunan sebesar 33,79 persen. Selain itu, jika dibandingkan dengan jumlah pergerakan wisatawan pada periode yang sama di awal tahun 2025, terdapat penurunan sebesar 30,40 persen dari total pergerakan sebesar 954.145 orang.
Menurut Kus Endarto, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, penurunan ini terkait dengan kondisi perekonomian masyarakat dan cuaca yang tidak menentu selama bulan Januari 2026.
Destinasi Wisata yang Paling Banyak Dikunjungi
Meskipun terjadi penurunan, wisata alam masih menjadi destinasi yang paling diminati oleh wisatawan. Dari total pergerakan wisatawan sebesar 664.053 orang, sebanyak 43,96 persen atau setara dengan 291.954 orang berkunjung ke destinasi alam.
Selain wisata alam, wisatawan juga tertarik mengunjungi destinasi wisata candi. Contohnya adalah Candi Prambanan, Kraton Ratu Boko, serta candi-candi kecil lainnya. Sebanyak 34,21 persen atau 227.167 orang dari total pergerakan wisatawan mengunjungi destinasi candi.
Proporsi pergerakan wisatawan di kawasan utara Sleman mencapai 49,58 persen, sedangkan di kawasan timur Sleman sebesar 38,88 persen. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah utara lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan.
Asal Wisatawan yang Mendominasi
Secara umum, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sleman masih didominasi oleh wisatawan nusantara. Hingga saat ini, sekitar 95 persen dari jumlah tersebut berasal dari Pulau Jawa. Mayoritas wisatawan berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Target Kunjungan Wisatawan di Tahun 2026
Sebagai bagian dari rencana pengembangan pariwisata, target kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 8.553.876 kunjungan. Namun, target ini dianggap sebagai tantangan berat karena sejumlah anggaran event wisata terdampak kebijakan efisiensi.
Kebijakan ini menjadi ujian berat bagi sektor pariwisata yang selama ini menjadi penyumbang besar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Edy Winarya, sebelumnya menyatakan bahwa pencoretan sejumlah even wisata akibat keterbatasan anggaran akan berdampak pada kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman. Meskipun demikian, ia belum bisa memberikan estimasi pasti mengenai besarnya penurunan tersebut.





