Kecelakaan Moge yang Menewaskan Istri Bos Rokok HS
Pada hari Minggu (1/3/2026) sore, seorang pengusaha rokok terkenal di Indonesia, Muhammad Suryo, mengalami kecelakaan serius saat mengendarai motor gede (moge) Harley Davidson bersama istrinya, Anis Syarifah. Kecelakaan ini terjadi di Jalan Wates-Purworejo, tepatnya di Palihan, Temon, Kulon Progo, DIY Yogyakarta.
Korban tewas di lokasi kejadian adalah Anis Syarifah, sementara Muhammad Suryo dalam kondisi kritis dan langsung dirujuk ke Jogjakarta International Hospital (JIH) untuk mendapatkan perawatan intensif. Kecelakaan tersebut melibatkan tabrakan antara moge yang dikendarai Muhammad Suryo dengan sepeda motor Jupiter MX yang dikendarai Abdullah alias Aab, yang membonceng putranya, DN (10).
Korban Disemayamkan di Perumahan Green Hills Residen
Setelah proses pemakaman, jenazah Anis Syarifah disemayamkan di perumahan Green Hills Residen, Kabupaten Sleman. Istri dari bos Surya Group itu dimakamkan di Pemakaman Muslim Tajem, Maguwoharjo, Sleman pada Senin (2/3/2026) siang. Saat ini, rumah duka sudah dipenuhi para pelayat yang datang untuk menyampaikan ucapan belasungkawa. Karangan bunga dari sejumlah tokoh dan perusahaan terus berdatangan, memadati komplek perumahan di Sardonoharjo, Ngaglik ini.
Muhammad Suryo meninggalkan dua putra yaitu Abimanyu Geo Moris dan Axel Bumi Radif. Dari kecelakaan ini, korban lainnya yakni Abdullah dan anaknya DN (10) juga mengalami cedera serius dan menjalani perawatan intensif di RSUD Wates.
Ayah dan Anak Pengendara Jupiter MX Dioperasi
Dalam laporan dari Tribunjogja.com, Abdullah dan DN (10) terpental hingga masuk ke dalam sungai di pinggir jalan nasional setelah kecelakaan. DN, yang merupakan siswa sekolah sepak bola (SSB), mengalami patah kaki kanan terbuka. Abdullah mengatakan bahwa saat kejadian, mereka sedang menyeberang jalan menuju Pripih untuk mencari takjil sekitar pukul 16.30 WIB.
“Ketika ditabrak, anak saya kelempar sampai ke kali. Deva tulangnya keluar di kanan. Sekarang masih dipantau dokter,” ujar Aab saat ditemui di bangsal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates, Senin (2/3/2026).
Kerabat korban, Sarah, mengaku ngeri melihat kondisi motor milik Aab yang remuk hingga ban motornya terlepas akibat tabrakan tersebut. Aab mengalami luka patah tulang terbuka di tungkai kanan bawah serta patah pergelangan tangan.
Kedua korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Wates. Kerabat korban lainnya, Iyas, menyebutkan bahwa ayah dan anak tersebut harus menjalani tindakan operasi tulang pada Senin pagi akibat luka serius yang dialami.
Polisi Olah TKP
Kepolisian Resor (Polres) Kulon Progo memberikan pernyataan terkait kejadian kecelakaan antara sepeda motor gede (moge) dengan sepeda motor Jupiter Z di Kapanewon Temon. Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) sebanyak dua kali, yaitu pada Minggu kemarin dan Senin (02/03/2026).
Menurut informasi, MS (Muhammad Suryo) melaju di Jalan Nasional Wates-Purworejo dari arah timur ke barat sekitar pukul 16.45 WIB, Minggu sore kemarin. Setibanya di Simpang Mlangsen, Kalurahan Palihan, Temon, MS bertemu dengan motor Jupiter Z yang dikendarai oleh AA berboncengan dengan DN. AA diketahui hendak menyeberang dari selatan ke utara.
AS (Anis Syarifah) meninggal dunia akibat kejadian itu, sedangkan tiga korban lainnya luka-luka. “Menurut informasi, para korban luka dirujuk ke Rumah Sakit (RS) di Kota Yogyakarta,” ungkap Sarjoko.
Sosok Muhammad Suryo
Muhammad Suryo lahir di Lampung pada tanggal 27 Maret 1984. Ia dikenal sebagai pebisnis muda sekaligus CEO Surya Group Holding Company, pemilik bisnis rokok HS. Masa kecil hingga lulus SMA dihabiskan di Lampung Timur. Setelah itu, keluarganya sempat menetap di Bengkulu sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan sarjana di Yogyakarta.
Di bawah kepemimpinan Muhammad Suryo sebagai CEO, Surya Group berkembang pesat dan menjadi payung bagi berbagai lini usaha strategis. Dari sektor tersebut, ia memperluas jaringan usahanya ke bidang konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga maskapai penerbangan.
Nama bos HS dan pemilik rokok HS semakin dikenal luas setelah didirikannya pabrik rokok HS pada tahun 2024 di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Pada Desember 2025, Muhammad Suryo menerima penghargaan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Dia mendapat penghargaan sebagai alumni peduli atas dedikasinya menciptakan banyak lapangan pekerjaan.
Kemudian, kini operasional pabrik HS di Lampung Timur ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026 dengan kebutuhan tenaga kerja sekitar 3.000 orang. Disinggung terkait lapangan kerja yang ia ciptakan, Suryo mengatakan saat ini memiliki banyak unit bisnis. Di antaranya perusahaan rokok HS, konstruksi, perkebunan, pertambangan hingga maskapai penerbangan Fly Jaya.





