Kondisi Mahasiswi Korban Pembacokan di UIN Suska Riau Setelah Operasi Tangan

E68c76f0 4906 11ed Ae74 19de571b6525
E68c76f0 4906 11ed Ae74 19de571b6525

Korban Pembacokan Mahasiswa UIN Suska Riau Masih dalam Pemulihan

Farra, seorang mahasiswi yang menjadi korban pembacokan oleh rekan sekampusnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah operasi pergelangan tangannya. Kondisi kesehatannya masih dalam masa pemulihan, sehingga pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus ini.

Peristiwa mencekam terjadi di ruang ujian skripsi, yang menyebabkan Farra terluka parah dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, membenarkan bahwa korban telah dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad untuk mendapatkan perawatan pasca-operasi. Meski sudah menjalani operasi, kondisi fisik Farra masih belum stabil, sehingga penyidik menunggu waktu yang tepat untuk mengambil keterangan dari korban.

“Korban belum bisa kita ambil keterangan, tadi pagi kita sudah membesuk bersama Kapolresta Pekanbaru ke RSUD Arifin Ahmad, pasca operasi tadi malam,” jelas Anggi.

Operasi Berhasil, Kondisi Korban Membaik

Sementara itu, pihak kampus juga memberikan kabar baik. Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Suska Riau, Dr. Alpi Syahrin, menyampaikan bahwa operasi pada luka di bagian pergelangan tangan korban telah selesai dilakukan dengan lancar.

“Alhamdulillah, malam tadi jam 11.30 malam sudah selesai operasi pergelangan tangan korban. Alhamdulillah lancar,” ujarnya.

Meskipun kondisi Farra masih dalam pemulihan, upaya medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di RSUD Arifin Ahmad menunjukkan progres positif. Namun, proses pemulihan akan memakan waktu cukup lama.

Motif Aksi Brutal: Dari KKN Hingga Rasa Sakit Hati

Hasil penyelidikan sementara mengungkapkan fakta yang mengejutkan. Pelaku, yang diketahui bernama Raihan, ternyata telah merencanakan aksinya sejak lama. Keduanya awalnya saling mengenal saat berada dalam satu kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Namun, kedekatan tersebut disalahartikan oleh pelaku. Raihan diduga menyimpan perasaan kepada korban, tetapi Farra menolak karena sudah memiliki kekasih. Penolakan ini memicu rasa sakit hati yang mendalam pada pelaku.

Kapolsek Bina Widya, Kompol Nusirwan, mengungkapkan bahwa pelaku sengaja datang dari Bangkinang, Kabupaten Kampar, dengan membawa senjata tajam yang disembunyikan di dalam tas.

“Dia bilang dulu waktu KKN dekat dengan korban. Mungkin dia suka sama korban, tetapi korban ini mungkin tidak mau,” kata Kompol Nusirwan.

Percobaan Pembunuhan yang Digagalkan

Kejadian ini bukan sekadar penganiayaan biasa. Polisi menyebutkan bahwa pelaku memang memiliki niat untuk menghabisi nyawa korban. Raihan menyerang saat korban berada di lingkungan kampus dengan kapak dan parang yang telah disiapkannya.

Beruntung, aksi brutal tersebut tidak berakhir fatal berkat kesigapan petugas keamanan kampus yang langsung mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Meski mengalami luka serius di bagian kening dan tangan, nyawa Farradhilla berhasil diselamatkan.

“Pelaku sudah menyiapkan senjata tajam, berniat membunuh korban,” tegas Nusirwan.

Ancaman Sanksi Berat bagi Pelaku

Kini, pelaku terancam sanksi berat baik dari sisi hukum pidana maupun sanksi akademik dari pihak universitas yang mengecam keras tindakan tidak manusiawi tersebut.


Pos terkait