Kematian Try Sutrisno: Penyebab dan Profil Mantan Wakil Presiden RI
Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998, meninggal dunia pada hari Senin, 2 Maret 2026 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Ia berusia 90 tahun saat menghembuskan napas terakhirnya. Kabar kematian ini disampaikan oleh keluarga dan pihak rumah sakit setelah kondisi kesehatannya memburuk.
Menurut informasi yang diperoleh, Try Sutrisno menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 06.58 WIB. Anak dari Try Sutrisno, Taufik Dwi Cahyono, menjelaskan bahwa ayahnya dirawat di RSPAD sejak 16 Februari 2026. Awalnya, ia tidak memiliki nafsu makan dan mengalami kesulitan dalam menelan makanan. Hal ini menyebabkan dehidrasi dan memicu kebutuhan untuk segera dibawa ke rumah sakit.
Taufik mengatakan bahwa ayahnya tidak menderita penyakit tertentu, tetapi kondisi kesehatannya menurun akibat faktor usia. “Gak ada penyakit yang luar biasa ya Insya Allah ya, dok,” ujarnya. Menurut Taufik, Try Sutrisno mengalami kesulitan dalam makan dan minum, sehingga perlu pengawasan medis yang intensif.
Pada Senin pagi, tim dokter RSPAD dan Kepresidenan memberi kabar bahwa kondisi kesehatan Try Sutrisno memburuk. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya medis, akhirnya ia dinyatakan meninggal dunia. Taufik menyampaikan rasa syukur karena ayahnya tidak menderita sakit yang berkepanjangan. “Ya mungkin sudah waktunya. Alhamdulillah bapak tidak menderita sakit yang terlalu lama, memang sudah usia,” katanya.
Profil Singkat Try Sutrisno
Try Sutrisno lahir pada tahun 1936 dan memiliki latar belakang pendidikan militer. Ia diterima sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada tahun 1956. Selama masa karier militernya, ia mengenal Presiden Soeharto pada masa Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962.
Pada tahun 1974, Try Sutrisno terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto. Di bawah kepemimpinan Soeharto, ia berkembang secara karier dan pada Agustus 1985, ia naik pangkat menjadi Letnan Jenderal TNI. Pada masa itu, ia juga diangkat menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) yang mendampingi Kasad saat itu, Jenderal TNI Rudhini.
Beberapa bulan kemudian, pada Juni 1986, Try Sutrisno diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) setelah menggantikan Rudhini. Karier militernya terus berkembang hingga akhirnya ia terpilih menjadi Wakil Presiden RI pada periode 1993–1998.
Pemilihan Try Sutrisno sebagai Wakil Presiden dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 1992–1997 melalui Sidang Umumnya pada 1993. Tugasnya sebagai Wakil Presiden berakhir pada tahun 1998 dan digantikan oleh BJ. Habibie dalam Sidang Umum MPR.
Perjalanan Karier dan Kontribusi
Sebagai tokoh penting dalam sejarah Indonesia, Try Sutrisno memiliki peran signifikan dalam berbagai aspek kehidupan nasional. Sebagai anggota militer, ia memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas negara. Selain itu, sebagai Wakil Presiden, ia turut serta dalam proses pengambilan keputusan politik dan pembangunan nasional.
Kehidupan dan kiprahnya selama bertahun-tahun mencerminkan dedikasi dan loyalitas terhadap bangsa dan negara. Kematian Try Sutrisno adalah kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, terutama bagi para generasi penerus yang ingin belajar dari pengalaman dan kontribusinya.





