Kondisi Try Sutrisno Sebelum Wafat Terungkap, Tak Ada Penyakit Kronis

1cca80ae 5ffd 41f7 B944 7df4fb2fd03a 169 1
1cca80ae 5ffd 41f7 B944 7df4fb2fd03a 169 1

Kehilangan Besar bagi Bangsa Indonesia

Try Sutrisno, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) pagi. Ia wafat setelah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto. Kondisi kesehatannya sebelumnya disebut stabil, tanpa riwayat penyakit kronis. Namun, kepergian beliau terjadi secara mendadak, yang menambah kesedihan bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat luas.

Keluarga menyatakan bahwa meskipun kematian terjadi secara tiba-tiba, Try Sutrisno meninggalkan warisan teladan yang akan dikenang sepanjang masa. Dalam pernyataan resmi mereka, keluarga mengungkapkan rasa haru atas kepergian sosok yang sangat dihormati. Mereka juga meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan oleh almarhum.

“Telah berpulang ke hadirat Allah SWT, ayah kami, kakek kami,” tulis keluarga dalam pernyataan yang penuh dengan rasa duka. Mereka juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan doa dari semua pihak.

Taufik Dwi Cahyono, putra Try Sutrisno, menyampaikan bahwa jenazah almarhum akan dibawa ke rumah duka yang berlokasi di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Setelah itu, jenazah akan disalatkan di Masjid Sunda Kelapa dan kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Riwayat Perawatan dan Kondisi Kesehatan

Menurut Taufik, Try Sutrisno dirawat di RSPAD sejak 16 Februari 2026. Meski kondisinya menurun, ia menegaskan bahwa almarhum tidak menderita penyakit berat. “Bapak sudah usia, (kondisi kesehatan) menurun umur segitu. Tidak ada sakit khusus tapi karena sudah usia 90 tahun, menurun kondisinya, dari kemampuan nafasnya, selera makan turun.”

Ia menjelaskan bahwa almarhum mengalami kesulitan dalam makan dan minum, sehingga mengalami dehidrasi. Hal ini menjadi alasan untuk membawanya ke rumah sakit. “Nafsu makan saja, susah makan, susah minum, kemudian dehidrasi dan dibawa ke rumah sakit,” jelas Taufik.

Taufik juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim dokter, paspampres, dan tim rumah sakit yang telah memberikan perhatian luar biasa kepada almarhum. “Alhamdulillah segalanya bapak mendapat perhatian luar biasa, semaksimal mungkin yang bisa diupayakan tapi allah berkehendak lain.”

Profil Singkat Try Sutrisno

Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935. Ia adalah purnawirawan jenderal yang pernah menjabat sebagai Panglima ABRI, kini dikenal sebagai TNI. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dari tahun 1985 hingga 1993.

Pada periode 1993–1998, almarhum dipercaya untuk mendampingi Soeharto sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia berdasarkan mandat MPR. Karier politik dan militer beliau memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia.

Warisan yang Akan Dikenang

Meskipun kematian almarhum terjadi secara mendadak, keluarga menyatakan bahwa warisan teladan yang ditinggalkan oleh Try Sutrisno akan terus diingat oleh anak cucu dan masyarakat luas. Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi jagat politik Indonesia.

Dengan dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan sepanjang hidupnya, Try Sutrisno tetap menjadi contoh teladan yang akan dikenang sepanjang masa.


Pos terkait