Konflik AS-Iran, Pertamina Evakuasi Dua Kapal dari Teluk

Aa1hj4ey 2
Aa1hj4ey 2

Peningkatan Pengawasan Operasional Armada di Wilayah Timur Tengah

PT Pertamina International Shipping (PIS) meningkatkan pengawasan terhadap operasional armada dan keselamatan pekerjanya di wilayah Timur Tengah setelah eskalasi konflik yang terjadi. Saat ini, empat kapal milik PIS terdeteksi berada di zona strategis, mulai dari perairan Irak hingga Oman.

Kapal-kapal tersebut meliputi Gamsunoro di Irak, Pertamina Pride di Arab Saudi, PIS Rinjani di Uni Emirat Arab (UEA), serta PIS Paragon yang berada di Oman. Untuk mengantisipasi risiko keamanan, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini menjalin koordinasi dengan pihak pengelola kapal (ship management) dan otoritas maritim setempat agar kewaspadaan tetap tinggi di seluruh jalur operasional.

PIS juga terus menjalin komunikasi intensif dan mematuhi himbauan serta arahan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, KBRI Abu Dhabi, dan KJRI Dubai. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional perusahaan di tengah situasi yang dinamis.

Dua Kapal Berupaya Keluar dari Area Teluk

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyatakan bahwa fokus utama saat ini tertuju pada dua kapal yang masih berada di dalam area teluk, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro. Perusahaan sedang berupaya agar kedua kapal tersebut bisa segera keluar dari zona tersebut demi menghindari risiko keamanan.

“Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” ujar Vega.

Puluhan Pekerja di Dubai Dipastikan Aman

PIS juga memantau kondisi 30 pekerja beserta keluarganya yang berada di kantor cabang PIS Middle East (PIS ME), Dubai. Seluruh personel dipastikan aman dan tetap mengikuti arahan resmi dari KBRI maupun KJRI.

“Kondisi para pekerja dan keluarga PIS Middle East saat ini dipastikan dalam kondisi aman, dan perusahaan terus memantau situasi di Dubai,” tutur Vega.

Perusahaan mewajibkan para pekerja di Dubai untuk meningkatkan kewaspadaan, melakukan lapor diri, dan tetap terhubung dengan hotline diplomatik Indonesia jika terjadi situasi darurat.

KBRI Catat 329 WNI dalam Kondisi Aman

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran memastikan terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran menyusul serangan yang dilakukan sejumlah negara terhadap wilayah tersebut.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Iran dan Turkmenistan, Roy Sumirat, menyatakan bahwa fokus utama KBRI saat ini adalah menjaga komunikasi intensif dengan seluruh WNI yang berada di berbagai kota di Iran.

“Konsentrasi KBRI Teheran adalah melakukan komunikasi dua arah dengan seluruh WNI di Iran,” kata dia dalam keterangannya, Jumat (28/2/2026).

Pos terkait