Konflik AS-Israel vs Iran, Anggota Komisi I DPR Bocorkan Kondisi WNI di Timur Tengah

Aa1xod9r 2
Aa1xod9r 2

Situasi Kekerasan di Timur Tengah dan Upaya Perlindungan WNI

Serangan gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran kian memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah. Akibat serangan tersebut, sedikitnya 555 orang meninggal dunia, menurut laporan Bulan Sabit Merah. Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan tersebut.

Anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi WNI di Timur Tengah melalui jalur resmi pemerintah, yaitu Kementerian Luar Negeri (Kemlu), serta laporan dari perwakilan RI di lapangan. Ia menjelaskan bahwa KBRI Teheran telah berkoordinasi dengan simpul-simpul WNI di berbagai kota dan menjalankan komunikasi dua arah.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadi @ameliaanggraini.official, Amelia menyebutkan bahwa sebanyak 329 WNI yang berada di Iran berhasil dihubungi dan diketahui dalam kondisi aman. Dari data tersebut, KBRI Teheran mencatat bahwa 329 WNI telah melaporkan diri secara resmi melalui jalur komunikasi darurat. “Komunikasi ini sangat penting agar kami dapat memberikan asesmen yang paling tepat serta bantuan dan perlindungan yang dibutuhkan oleh para WNI,” katanya.

Langkah Mitigasi yang Dilakukan KBRI Teheran

KBRI Teheran telah melakukan beberapa langkah mitigasi untuk memastikan keamanan WNI. Di antaranya:

  • Mapping WNI: Memperbarui data sebaran WNI di titik-titik rawan serangan.
  • Imbauan Mandiri: Meminta WNI segera melakukan langkah pengamanan mandiri serta menyiapkan dokumen penting untuk evakuasi sewaktu-waktu.
  • Koordinasi Pusat: Melakukan asesmen keamanan berlapis bersama Kementerian Luar Negeri di Jakarta.

Bagi WNI di Iran yang belum melakukan lapor diri, diharapkan segera menghubungi hotline KBRI Teheran. Adapun fokus utama saat ini adalah menjaga jalur komunikasi dua arah agar setiap dinamika keamanan dapat direspons dalam hitungan menit.

Imbauan Terkait Situasi Keamanan Kawasan Timur Tengah

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah terus menjalin komunikasi secara intensif dan berkoordinasi dengan para WNI di wilayah masing-masing. Perwakilan RI mengimbau seluruh WNI di wilayah terdampak meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat.

Kementerian Luar Negeri juga mengimbau masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah agar mempertimbangkan rencana perjalanan dan menunda perjalanan hingga situasi lebih kondusif.

Dalam situasi darurat ini, WNI dapat segera menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027. Berikut adalah nomor hotline Perwakilan RI:

  • KBRI Riyadh: +966 569173990
  • KJRI Jeddah: +966 503609667
  • KBRI Abu Dhabi: +971 566156259
  • KJRI Dubai: +971 564170333 / +971 563322611
  • KBRI Doha: +974 3332 2875
  • KBRI Kuwait City: +965 97206060 / 97809760
  • KBRI Manama: +973 38791650
  • KBRI Amman: +962 779150407
  • KBRI Baghdad: +964 7769842020
  • KBRI Tehran: +98 9914668845 / +98 9024668889
  • KBRI Beirut: +961 70817310
  • KBRI Damaskus: +963 954444810

Perang AS-Israel vs Iran

Pada Sabtu (28/2/2026), AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran di tengah negosiasi nuklir antara Washington dan Teheran masih berlangsung. Akibat serangan tersebut, sejumlah pemimpin tinggi militer tewas. Bahkan, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi meninggal dunia.

Pada hari yang sama, Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah, termasuk Israel dan pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk. Kini, Iran juga meningkatkan serangan balasan dengan menargetkan aset-aset Amerika Serikat di kawasan Teluk, di tengah eskalasi militer.

Selain itu, Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Konflik di Timur Tengah pun meluas pada hari ketiga, Senin (2/3/2026) sampai hari ini, Selasa (3/3/2026).

Pos terkait