Konflik Iran-Israel-Amerika Pengaruhi Penerbangan, Jemaah Umrah Kudus Diminta Tenang

114195659 Hi063119061 7
114195659 Hi063119061 7

Jemaah Umrah dari Kudus Masih Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah

Sejumlah jemaah umrah yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci masih menghadapi kendala dalam proses kepulangan ke Tanah Air. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel. Dampaknya, penerbangan yang biasanya menjadi sarana transportasi bagi para jemaah umrah terganggu.

Zainuddin Rusydan, salah satu jemaah umrah asal Kudus yang saat ini berada di Tanah Suci, mengungkapkan bahwa beberapa rombongan jemaah umrah belum bisa pulang akibat situasi tersebut. Menurut Zainuddin, ada jemaah dari Banten yang seharusnya pulang hari ini, tetapi pihak travel memberi informasi bahwa kepulangan mereka ditunda.

“Jemaah dari Banten diberitahu oleh travel bahwa kepulangan mereka diundur. Hingga kapan tidak tahu. Alasannya adalah situasi di bandara belum memungkinkan,” kata Zainuddin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (2/3/2026).

Para jemaah yang masih tertahan di Tanah Suci saat ini harus tetap menjalani aktivitas ibadah mereka. “Mereka masih datang ke masjid seperti biasa,” ujarnya.

Zainuddin dan istrinya berangkat ke Tanah Suci pada 25 Februari 2026. Sesampainya di sana, ia menjalankan ibadah dengan lancar tanpa mengalami kendala berarti. Namun, di tengah perjalanan ibadahnya, ia mendengar kabar tentang penundaan penerbangan akibat meningkatnya konflik antara Amerika, Israel, dan Iran.

“Saya baru saja mengikuti rapat koordinasi dengan pihak travel. Kami diminta untuk tetap tenang,” ujar Zainuddin.

Meski demikian, Zainuddin memastikan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan lancar. Dalam satu rombongan umrah tersebut, terdapat 48 orang, enam di antaranya merupakan warga Kudus.

“Jadwal kepulangan rombongan kami dijadwalkan pada 9 Maret 2026. Semoga semuanya berjalan lancar dan tidak ada kendala,” katanya.

Di sela-sela ibadah umrah, Zainuddin juga sempat bertemu dengan warga Kudus lainnya yang sedang melakukan umrah menggunakan travel lain. Menurutnya, mereka akan pulang pada 7 Maret 2026.

Kondisi di Kabupaten Kudus

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus, Masruroh, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari biro-biro umrah terkait dampak konflik Israel. Meski begitu, pihaknya tetap memantau perkembangan situasi secara berkala.

Dalam kondisi seperti ini, para jemaah umrah diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pihak travel serta otoritas setempat. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi terbaru terkait situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.


Pos terkait