Konflik Iran Memburuk, Prabowo Undang Bahlil Bahas Pasokan BBM Nasional

Aa1xm6rr 1
Aa1xm6rr 1



JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia hadir dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3). Pertemuan ini dilakukan untuk membahas langkah-langkah antisipasi terhadap ketahanan energi nasional, mengingat situasi geopolitik yang memanas di Iran.

Bahlil menjelaskan bahwa isu utama yang dibahas berkaitan dengan situasi saat ini, khususnya terkait penutupan Selat Hormuz oleh Iran. “Menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya. Menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz, Iran,” ujarnya sebelum rapat terbatas (ratas) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Ia menambahkan bahwa salah satu topik pembahasan adalah persiapan pasokan minyak dunia. Indonesia masih melakukan impor energi, termasuk menjelang periode Lebaran, di mana konsumsi bahan bakar minyak (BBM) cenderung meningkat.

Bahlil menyampaikan bahwa harga minyak mentah dunia, termasuk Brent, mulai menunjukkan kenaikan setelah situasi di Timur Tengah memanas. “Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik,” katanya.

Meskipun demikian, dia memastikan bahwa kondisi cadangan bahan bakar minyak nasional masih dalam batas aman. Terkait dampak terhadap subsidi energi, Bahlil mengatakan hingga saat ini belum ada masalah. Namun, harga energi global berpotensi mengalami koreksi jika ketegangan politik terus meningkat.

Untuk memastikan pasokan energi dalam negeri tetap aman, Bahlil akan menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN). “Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional. Setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisa dan kajian dari DEN,” imbuh Bahlil.

Pada Sabtu (28/2), Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut merupakan yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump sejak serangan pertama pada Juni 2025. Trump menyatakan bahwa pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran yang dimediasi Oman. Putaran pertama dan kedua digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, fokus pada pembatasan pengayaan serta persediaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi. Putaran ketiga perundingan berlangsung pada Kamis (26/2) di Jenewa, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Pos terkait