Konflik Israel-Iran Ancam Harga BBM dan Ekspor RI

Aa1siwxz 4
Aa1siwxz 4

Menteri Perdagangan: Konflik Iran-Israel Belum Pengaruhi Perdagangan Indonesia

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyampaikan bahwa konflik antara Iran dan Israel saat ini belum memberikan dampak langsung terhadap perdagangan di Indonesia. Namun, ia menyoroti potensi risiko yang bisa muncul jika situasi tersebut semakin memburuk, khususnya jika jalur strategis seperti Selat Hormuz ditutup.

“Saat ini kita belum tahu pasti, tapi kalau konflik berkelanjutan, bukan hanya Indonesia yang akan terkena dampaknya,” ujarnya dalam pernyataannya di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin (2/3).

Menurut Budi, ancaman terbesar berasal dari gangguan pasokan energi global. Jika distribusi minyak mentah terganggu, harga minyak dunia bisa melonjak, sehingga berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Hal ini dapat memengaruhi biaya produksi industri, ongkos logistik, serta ekspor.

“Bahan bakar pasti akan naik jika situasi ini benar-benar terjadi. Ini akan berdampak ke industri kita dan juga ke ekspor,” jelasnya.

Selain itu, kenaikan biaya energi dan bahan baku impor bisa mengakibatkan kenaikan harga barang jadi di tingkat konsumen. Artinya, tekanan tidak hanya dirasakan oleh produsen, tetapi juga masyarakat luas.

Meski begitu, Budi menegaskan pemerintah masih memantau perkembangan situasi secara cermat dan berupaya menjaga stabilitas perdagangan. Salah satu strategi yang diterapkan adalah dengan mengamankan pasar domestik serta mendorong ekspor pada sektor-sektor yang tidak terdampak langsung oleh konflik.

“Kita terus mendorong sektor-sektor yang tidak terganggu agar ekspornya meningkat, terutama yang tidak terdampak situasi saat ini,” katanya.

Terkait kerja sama dagang dengan negara-negara Teluk yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC), Budi memastikan bahwa proses perundingan masih berjalan lancar dan belum terganggu oleh konflik saat ini. Negara-negara anggota GCC mencakup Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman.

“Perjanjian dagang dengan Uni Emirat Arab sudah selesai dan berjalan. Untuk GCC juga tetap berjalan, sementara ini belum terdampak,” tutupnya.

Pos terkait